KOTA MADIUN (hidayatullahjatim.com) — Suasana malam di Pondok Pesantren Darul Madinah senantiasa diselimuti kedisiplinan yang berpadu indah dengan rasa gembira. Para santriwati jenjang SMP dan MA Darul Madinah tampak begitu menikmati dan antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan malam—mulai dari mengulang (muroja’ah) hafalan Al-Qur’an, bersiap menghadapi pelajaran esok hari, hingga saling melempar senyum dan tawa riang saat bercengkerama bersama.
Raut wajah gembira amat terasa di setiap sudut pesantren. Bagi para santriwati, kehidupan di dalam pondok dan rutinitas belajar malam yang dijalaninya bukanlah sebuah beban, melainkan momen yang amat dinantikan. Keseruan belajar bersama teman seperjuangan, suasana mengaji yang menenangkan, serta kehangatan bimbingan dari para ustadzah membuat mereka merasa sangat betah, senang, dan bersyukur menjadi bagian dari Ponpes Darul Madinah.
Pengurus DPD Hidayatullah, Ustadz Nashrullah Juhdy, menyampaikan bahwa keceriaan dan kedisiplinan para santriwati dalam mengikuti aktivitas malam bukan sekadar rutinitas harian biasa, melainkan bagian penting dari proses pembentukan karakter, kedisiplinan, dan ketahanan mental yang dijalani dengan hati bahagia.
“Di saat anak-anak seusia mereka mungkin menghabiskan waktu malam dengan gawai atau hal yang kurang produktif, para santriwati di sini justru sibuk mendekatkan diri kepada Al-Qur’an dan menuntut ilmu dengan antusias. Mereka memantapkan hafalan, belajar persiapan sekolah besok, atau sekadar bercengkrama secara hangat,” ujar Ustadz Nashrullah Juhdy.
Beliau menegaskan bahwa proses perjuangan dan keaktifan para santriwati dalam mengikuti setiap kegiatan dengan rasa senang ini merupakan pijakan penting untuk masa depan mereka.
“Sebab kami meyakini, sesungguhnya setiap proses dan lelah yang dirasakan hari ini adalah fondasi kesuksesan yang kelak akan mereka raih,” tegas Ustadz Nashrullah.
Kehangatan, kebahagiaan, serta suasana akrab yang terjalin di sela-sela waktu belajar malam menjadi kunci utama menjaga keseimbangan emosional sekaligus merawat semangat para santriwati selama menimba ilmu di pesantren.
Editor: Aminudin
