Kamis, 30 Juli 2026 20:30 WIB
KOTA MADIUN (hidayatullahjatim.com) – Suasana malam di Pondok Pesantren Darul Madinah senantiasa diwarnai dengan kedisiplinan dan kehangatan. Para santriwati jenjang SMP dan MA Darul Madinah terus menggembleng diri melalui berbagai aktivitas positif, mulai dari mengulang (muroja’ah) hafalan Al-Qur’an, memperdalam pelajaran untuk sekolah esok hari, hingga sekadar bercengkrama mempererat tali silaturahmi.
Pengurus DPD Hidayatullah, Ustadz Nashrullah Juhdy, menyampaikan bahwa aktivitas malam para santriwati bukan sekadar rutinitas harian biasa, melainkan bagian penting dari proses pembentukan karakter, kedisiplinan, dan ketahanan mental.
“Di saat anak-anak seusia mereka mungkin menghabiskan waktu malam dengan gawai atau hal yang kurang produktif, para santriwati di sini justru sibuk mendekatkan diri kepada Al-Qur’an dan menuntut ilmu. Mereka memantapkan hafalan, belajar persiapan sekolah besok, atau sekadar bercengkrama secara hangat,” ujar Ustadz Nashrullah Juhdy.
Ustadz Nashrullah menegaskan bahwa proses perjuangan yang dilalui para santriwati saat ini merupakan pijakan penting untuk masa depan mereka.
“Sebab kami meyakini, sesungguhnya setiap kesulitan dan lelah yang dirasakan hari ini adalah fondasi kesuksesan yang kelak akan mereka raih,” tegas Ustadz Nashrullah.
Apresiasi DPW Hidayatullah Jatim
Rutinitas dan kesungguhan para santriwati ini pun mendapat apresiasi tinggi dari Pimpinan Wilayah. Ketua Departemen Pendidikan DPW Hidayatullah Jawa Timur, Ustadz Muhammad Solehan, menyampaikan rasa bangga serta dukungan penuh atas pola pembinaan di Darul Madinah.
“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pengasuh dan para santriwati SMP-MA Darul Madinah. Kebiasaan muroja’ah hafalan dan belajar mandiri di malam hari ini adalah wujud nyata dari pendidikan berbasis adab dan Al-Qur’an,” ungkap Ustadz Muhammad Solehan.
Beliau menambahkan, DPW Hidayatullah Jatim terus berkomitmen mendorong penguatan mutu pendidikan integral di seluruh jaringan pesantren, sehingga mampu melahirkan generasi muslimah yang berakhlak mulia, cerdas, dan mandiri.
Suasana akrab dan penuh kekeluargaan yang terjalin saat para santriwati bercengkrama di sela-sela waktu belajar juga menjadi kunci menjaga keseimbangan emosional serta semangat mereka selama menimba ilmu di pesantren.
Reporter: Saifudin
Editor: Aminudin
