JEMBER (hidayatullahjatim.com) – Di bawah keheningan malam di Jember, ketika hiruk-pikuk aktivitas siang perlahan mereda, sebuah perjumpaan spiritual berlangsung penuh kekhusyukan. Pada Jumat hingga Sabtu, 4–5 September 2026, para kader dan SDM Hidayatullah Jember berkumpul dalam agenda Lailatul Ijtima. Suasana kebersamaan yang terjalin di Hidayatullah Jember malam itu bukan sekadar rutinitas organisasi, melainkan sebuah ikhtiar menata kembali niat dan merajut kembali tali persaudaraan di bawah naungan iman.
Di tengah kehangatan malam kebersamaan tersebut, Ustadz Abdullah Ridho A. hadir membawakan sebuah perenungan mendalam bertajuk “Urgensi Halaqah Dalam Perkaderan Hidayatullah”. Tema ini seolah menjadi pengingat yang menghujam kalbu, mengajak setiap insan yang hadir untuk menengok kembali fondasi paling mendasar dari perjalanan perjuangan mereka.
Menemukan Kembali Roh Perjuangan
Halaqah dalam tradisi Hidayatullah bukanlah sekadar lingkar duduk biasa atau wadah transfer ilmu yang dingin. Ia adalah jantung dari proses perkaderan—sebuah oase tempat jiwa-jiwa ditempa, disiram dengan keteladanan, dan diikat dengan rasa cinta karena Allah.
Dalam pemaparannya, Ustadz Abdullah Ridho A. menggarisbawahi beberapa hakikat penting mengapa halaqah senantiasa menjadi urat nadi perkaderan yang tidak boleh mengendur:
-
Tarbiyah Jisim dan Ruhiyah: Halaqah menjadi ruang pembinaan berkelanjutan yang menyeimbangkan antara pemahaman pemikiran dengan pembenahan kualitas ibadah serta akhlak harian.
-
Perekat Ukhuwah yang Autentik: Di dalam lingkar halaqah, sekat-sekat formalitas meluruh. Yang ada hanyalah rasa saling menyayangi, menguatkan saat lelah, dan saling mengingatkan ketika alpa.
-
Kawah Candradimuka Keteladanan: Perkaderan sejati tidak hanya lahir dari narasi, melainkan dari kedekatan emosional dan keteladanan nyata yang dirasakan secara langsung dalam perjumpaan rutin.
Tanpa halaqah yang hidup, perkaderan berisiko kehilangan rohnya—menjadi sekadar mekanisme struktural yang kering dari nilai-nilai spiritual.
Perenungan di Sepertiga Malam
Agenda Lailatul Ijtima ini memberikan ruang kontemplasi yang lapang bagi para kader Jember. Di antara helaan napas malam dan untaian doa yang dipanjatkan, ada kesadaran baru yang terbit: bahwa menjaga konsistensi halaqah adalah cara terbaik untuk merawat stamina perjuangan.
Malam itu, Hidayatullah Jember tidak hanya menggelar sebuah pertemuan, tetapi sedang menyalakan kembali api semangat di dalam dada para kadernya. Sebuah komitmen halus namun mantap berbisik di penghujung acara: untuk terus setia duduk melingkar, merawat iman, dan melanjutkan estafet perjuangan dengan kerendahan hati.
Editor: Aminudin
