NGAWI (hidayatullahjatim.com) – Memasuki masa transisi menuju kedewasaan memerlukan kesiapan ilmu, mental, dan spiritual yang matang sejak dini. Menyadari krusialnya fase tersebut, SD Luqman Al Hakim Ngawi sukses menyelenggarakan kegiatan Malam Bina Iman dan Taqwa (MABIT) khusus bagi siswa-siswi kelas 4, 5, dan 6 pada Jumat–Sabtu (4–5/8).
Berangkat dari tema “Menjemput Baligh: Mengenal Perubahan Diri dan Menjaga Kesehatan”, kegiatan MABIT kali ini menghadirkan nuansa anyar melalui kolaborasi erat sekolah dan orang tua.
Dalam kegiatan ini, narasumber yang dihadirkan langsung berasal dari kalangan wali murid yang ahli di bidangnya. Sesi siswa putra dipandu oleh dr. Eko Budi Siswidiyanto, Sp.And., sementara sesi siswi putri dibimbing secara hangat dan edukatif oleh Ustadzah Munifah Az-Zahra.
Edukasi Komprehensif dan Penguatan Karakter
Kepala SD Luqman Al Hakim Ngawi, Ustadz Galih Pratama Yoga, S.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan MABIT ini dirancang untuk membekali para murid dalam menghadapi fase baligh dengan ilmu, iman, dan kesiapan diri.
“Memasuki masa baligh bukan sekadar perubahan fisik, melainkan momentum penting bertambahnya tanggung jawab seorang muslim kepada Allah SWT. Melalui peran Ayah dan Bunda sebagai pemateri, anak-anak mendapatkan pengalaman belajar yang lebih dekat, hangat, kontekstual, dan komunikatif,” ujar Ustadz Galih.

Selama dua hari pelaksanaan, peserta dibekali lima fokus utama:
-
Mengenal Masa Baligh: Memahami perubahan fisik, psikologis, dan emosional secara ilmiah dan islami.
-
Awal Tanggung Jawab: Menanamkan kesadaran bertambahnya kewajiban ibadah dan kemandirian moral.
-
Menjaga Kebersihan & Kesehatan: Pembiasaan pola hidup bersih dan merawat tubuh sebagai bentuk menjaga amanah Allah.
-
Menyikapi Perubahan Secara Bijak: Mengikis rasa malu atau takut dengan pembekalan ilmu dan adab yang benar.
-
Kemandirian dan Batasan Pergaulan: Memahami pentingnya menjaga diri, membentengi nilai moral, dan bertanggung jawab atas setiap perilaku.
Apresiasi dari Departemen Pendidikan Hidayatullah Jawa Timur
Inovasi kolaboratif ini mendapat apresiasi tinggi dari kepemimpinan pendidikan tingkat regional. Ketua Departemen Pendidikan Hidayatullah Jawa Timur, Ustadz Muhammad Solehan, memberikan pujian atas langkah strategis yang dilakukan SD Luqman Al Hakim Ngawi.
“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada SD Luqman Al Hakim Ngawi dan para orang tua murid atas terselenggaranya MABIT berbasis kemitraan ini. Pendidikan anak bukanlah tanggung jawab tunggal sekolah, melainkan sinergi utuh dengan keluarga. Ketika orang tua hadir berbagi ilmu dan pengalaman di sekolah, anak-anak tidak hanya menerima teori, tetapi juga keteladanan yang nyata. Ini adalah fondasi luar biasa dalam membentuk generasi Rabbani yang percaya diri, sehat, dan bertakwa saat memasuki usia baligh,” tegas Ustadz Muhammad Solehan.
Antusiasme Peserta dan Dampak Jangka Panjang
Para siswa mengikuti seluruh rangkaian MABIT dengan antusiasme tinggi. Hadirnya wali murid sebagai pemateri menciptakan suasana dialogis dan interaktif, sehingga para siswa merasa nyaman untuk berkonsultasi mengenai pertumbuhan diri mereka tanpa canggung.
Melalui sinergi yang terus dibangun ini, SD Luqman Al Hakim Ngawi membuktikan bahwa pendidikan berkualitas tidak berhenti di dalam ruang kelas, melainkan tumbuh menjadi pengalaman belajar yang utuh dalam kehidupan sehari-hari anak.
Reporter: Huda
Editor: Aminudin
