PROBOLINGGO (hidayatullahjatim.com) – Di sebuah pagi yang dipenuhi keheningan dan niat mulia, kompleks Pesantren Hidayatullah Probolinggo menjadi saksi perjumpaan hati para pendidik dan pengabdi. Bertempat di bawah naungan Yayasan Al-Ihsan, seluruh guru dan pegawai dari berbagai ranah amal usaha—mulai dari Rumah Qur’an Hidayatullah (RQH), KB-TK, TPA, SD, SMP, Darul Hijrah (DH), Mitra Zakat (MZ), hingga BMH—duduk melingkar bersama. Mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB, mereka menyimak pembinaan yang dibawakan oleh Ustadz Alimin Muhtar, Anggota Dewan Murobbi Wilayah.
Mengusung tema “Membangun Budaya Unggul”, Ustadz Alimin Muhtar mengajak setiap insan yang hadir untuk berhenti sejenak, menengok ke dalam diri, dan menakar kembali kualitas khidmah yang selama ini dipersembahkan di Yayasan Al-Ihsan.
Menemukan Keunggulan dari Kedalaman Jiwa
Keunggulan sebuah institusi dakwah dan pendidikan tidak pernah dibangun dari sekadar megahnya fisik bangunan atau canggihnya kurikulum semata. Keunggulan sejati selalu berakar dari kebiasaan yang dihidupkan dengan kesadaran spiritual oleh orang-orang di dalamnya.
Dalam pemaparannya, Ustadz Alimin Muhtar mengurai bahwa budaya unggul lahir dari perpaduan antara keikhlasan dan profesionalisme yang tidak terpisahkan:
-
Integritas Sebagai Pendidik Jiwa: Guru di sekolah maupun ustadz di RQH dan Darul Hijrah tidak sekadar mentransfer pengetahuan, tetapi sedang mentransfer nilai dan karakter melalui tindakan harian mereka.
-
Etos Khidmah Berbasis Ibadah: Bagi para pegawai di BMH dan Mitra Zakat, setiap rupiah dan senyuman yang dilayani adalah manifestasi dari amanah langit yang menuntut ketelitian serta keheningan niat.
-
Saling Menguatkan dalam Sinergi: Kebesaran Pesantren Hidayatullah Probolinggo hanya bisa dirawat ketika sekat-sekat antarunit melebur menjadi satu barisan yang saling menopang.
Sebuah Perenungan di Pagi Hari
Tiga jam berlalu dengan begitu cepat, namun getaran perenungannya tinggal lebih lama di dalam dada para peserta. Ada kesadaran halus yang terbit di tengah-tengah ruang pembinaan: bahwa keunggulan adalah tentang merawat hal-hal kecil dengan cinta dan ketelitian yang besar.
Budaya unggul adalah bagaimana seorang guru mendengarkan kebingungan muridnya dengan sabar, bagaimana seorang pengelola zakat menjaga kerahasiaan dan kehormatan para muzakki, serta bagaimana setiap pegawai menyapa sesama dengan kehangatan yang tulus.
Ketika seluruh jajaran di Yayasan Al-Ihsan Pesantren Hidayatullah Probolinggo bergerak dalam irama keunggulan yang sama, maka amal usaha bukan lagi sekadar tempat mencari nafkah, melainkan ladang sejarah yang terus memancarkan keberkahan. Pagi itu ditutup bukan hanya dengan doa, tetapi dengan komitmen lembut untuk pulang ke unit masing-masing dan mulai merajut keunggulan dari langkah pertama hari ini.
Reporter: Narko
Editor: Aminudin
