SURABAYA (hidayatullahjatim.com) – Gema suci Ramadhan 1447 H sudah terasa di kawasan Kejawan Putih Tambak. Selasa (10/2) pagi, Lapangan Utama Pesantren Hidayatullah Surabaya tampak riuh. Ratusan warga sudah menyemut bahkan sejak pukul 06.00 WIB, padahal gerbang bazar dan bakti sosial (baksos) baru resmi dibuka dua jam setelahnya.
Aksi sosial yang diinisiasi oleh Pengurus Hidayatullah Surabaya ini menggandeng Mushida Kota Surabaya, Majelis Ta’lim Az-Zahrah, dan Komite SD Luqman Al Hakim. Tak sekadar bazar murah, kegiatan ini menjadi oase bagi warga prasejahtera di sekitar pondok untuk menyongsong bulan puasa dengan tenang.
Ketua Komite SD Luqman Al Hakim Surabaya, Cacik Suci Astuti menyebutkan, misi utama agenda tahunan ini adalah menipiskan sekat sosial. “Kami ingin membantu warga dari sisi materiil, sekaligus menguatkan silaturrahmi agar tidak ada kesenjangan antara keluarga besar pondok dengan masyarakat sekitar,” ungkapnya.
Fokus pada Kesehatan dan Dhuafa
Tidak hanya urusan perut, aspek kesehatan juga menjadi atensi. Di Aula Rahmat Rahman, layanan kesehatan gratis dipadati lansia. Empat dokter ahli diterjunkan langsung, yakni dr. Ika dan dr. Natra (umum) serta drg. Agus dan drg. Maya (gigi). Selain pengobatan, warga juga bisa menikmati layanan cek darah hingga bekam tanpa dipungut biaya.
Data panitia mencatat, sebanyak 500 paket sembako ludes disalurkan untuk kaum dhuafa. Secara khusus, panitia juga memberikan santunan bagi 27 janda dan 33 anak yatim di area sekitar pesantren.
Ketua PD Mushida Surabaya, Ustadzah Rini, menegaskan komitmennya untuk menjaga tradisi ini. “Melihat dampak positifnya, kami berazam kegiatan ini akan terus konsisten digelar setiap tahun menjelang Ramadhan,” tuturnya di sela-sela kesibukan mengawal sekitar 50 panitia di lapangan.

Apresiasi DPW Jatim
Keberhasilan sinergi lintas lembaga ini mendapat perhatian khusus dari tingkat wilayah. Aep Saepudin, perwakilan Pengurus DPW Hidayatullah, menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif yang dilakukan pengurus tingkat daerah dan unit-unit pendidikan di Surabaya tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi langkah konkret pengurus Surabaya dalam menebar manfaat. Ini adalah wujud nyata dari dakwah sosial. Sinergi antara komite sekolah, majelis ta’lim, dan lembaga zakat ini harus menjadi role model bagi daerah lain dalam berkhidmat kepada masyarakat,” ujar Aep Saepudin.
Sekilas Bazar Ramadhan 1447 H
Ketua MT Az-Zahrah, Marliani Ayu atau yang akrab disapa Bu Mayu, mengaku terharu dengan respon warga. Menurutnya, bazar pakaian layak pakai menjadi primadona karena harganya yang sangat miring. “Ada haru saat warga bercerita bahwa momen seperti inilah mereka baru bisa membeli baju ‘baru’ dengan harga terjangkau. Itu yang membuat lelah kami terbayar,” pungkasnya.
Kegiatan ini sukses terlaksana berkat kolaborasi solid bersama Sakinah, Roumah Wakaf, BTH, MDN, BMH, serta para donatur dan wali murid yang bersinergi dalam semangat “belanja sambil beramal”.


