SURABAYA (hidayatullajatim.com)– Gema jargon “Mengkader atau Mati” membuncah di Gedung Darul Arqam, Keputih, Selasa (10/2). Bukan sekadar teriakan, slogan tersebut menjadi ruh saat Pengurus SAR Hidayatullah Jawa Timur meresmikan satuan unit khusus mahasiswa, Search and Rescue Unit (SRU) Sekolah Tinggi Agama Islam Luqman Al Hakim (STAIL) Surabaya.
Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk nyata mencetak kader kemanusiaan yang tak hanya mahir secara teori, tapi juga tangguh di medan bencana. Peresmian ini dihadiri langsung oleh jajaran pengurus SAR Hidayatullah Jatim, di antaranya Alim Puspianto, Tri Hari S, dan Umar Shalahudin.
Wajib Pegang Teguh 4T Perwakilan SAR Hidayatullah Jawa Timur, Umar Shalahudin, menegaskan bahwa pembentukan SRU merupakan amanah langsung dari MoU antara Dikti dan PP SAR Hidayatullah. Menurutnya, SRU harus menjadi kawah candradimuka bagi lahirnya rescuer yang memiliki militansi tinggi.
“Seorang rescuer SAR Hidayatullah wajib memegang teguh prinsip 4T: Taqwa, Tanggap, Tangguh, dan Trengginas. Jadikan wadah ini untuk mengasah life skill yang tidak didapatkan di ruang kuliah,” tegas Umar di hadapan para mahasiswa. Meski begitu, ia mengingatkan agar kesibukan di lapangan tidak melalaikan tugas utama sebagai akademisi.
Wakil Ketua III STAIL, Mashud, menambahkan bahwa kehadiran SAR di lingkungan kampus memiliki nilai historis yang kuat. Ia berharap mahasiswa mampu melakukan upgrade skill secara masif agar siap menjadi garda depan saat dibutuhkan masyarakat.

Apresiasi Pembina: Kader Harus Sigap dan Ikhlas Momentum pelantikan ini mendapat apresiasi khusus dari Ketua Departemen Sosial DPW Hidayatullah Jawa Timur, Imam Muslim, yang juga bertindak sebagai Pembina SAR. Ia menyebut langkah ekspansi SAR masuk ke ranah kampus adalah investasi kemanusiaan yang sangat berharga.
“Kami sangat mengapresiasi semangat mahasiswa STAIL. Ini adalah bagian dari dakwah nyata di bidang sosial. Kita tidak hanya melatih fisik, tapi juga mental pengabdian. Saya berharap SRU STAIL menjadi unit yang paling sigap dalam merespons panggilan kemanusiaan dengan landasan keikhlasan,” ujar Imam Muslim.
Ketua Panitia, Alim Puspianto, menutup dengan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan SAR Hidayatullah Jatim kepada mahasiswa STAIL. “Ini amanah besar bagi kami untuk menjadi bagian integral dari keluarga besar SAR Hidayatullah Jatim dalam menebar manfaat bagi masyarakat luas,” pungkasnya.
Reporter: Alim Puspianto
Editor: Aminudin

