KOTA MADIUN (hidayatullahjatim.com) – Peluit panjang berbunyi persis di halaman MA Darul Madinah, Jumat sore. Saya bersama ratusan santriwati lainnya berhamburan ke lapangan dengan wajah sumringah sambil mengencangkan tali sepatu. Hari ini, kami kembali menjalani rutinitas Kepanduan Hidayatullah dengan menu utama pelatihan Peraturan Baris Berbaris (PBB).
Di bawah komando Ustadzah Ira Lestari, barisan kami digembleng dengan penuh kedisiplinan. Namun alih-alih merasa lelah, suasana lapangan justru dipenuhi tawa dan gelak gembira saat ada di antara kami yang salah melangkah. Di sinilah letak keseruannya—kami belajar menyelaraskan gerak dan merapikan barisan bersama-sama.
“PBB bukan sekadar gerakan fisik semata, melainkan bukti nyata dari kekompakan. Langkah yang sama dan tujuan yang satu menjadi fondasi utama dalam pembentukan karakter kalian,” ujar Ustadzah Ira menyemangati kami di sela-sela instruksi.
Setiap ucapan beliau benar-benar kami rasakan. Aba-aba yang diberikan melatih fokus dan refleks kepatuhan kami. Ketepatan waktu dan dinamika gerak yang harmonis di lapangan ini secara tidak langsung melatih kami untuk makin disiplin saat menjalankan ibadah maupun belajar sehari-hari di pesantren.
Meskipun terik matahari lumayan menyengat, rasa lelah seolah menguap begitu saja. Kami tetap sigap memeragakan berbagai variasi gerakan, mulai dari sikap sempurna, hormat, jalan di tempat, hingga perubahan arah barisan. Keringat yang menetes justru menambah keseruan, apalagi saat diselingi seruan yel-yel yang membahana dan tepuk tangan riuh sesama santriwati.
Melalui latihan rutin ini, kami tidak hanya ditempa untuk unggul secara intelektual dan spiritual, tetapi juga diajarkan betapa indahnya kebersamaan. Pembentukan fisik yang kuat dan jiwa kepemimpinan terasa begitu menyenangkan ketika dijalani bersama sahabat-sahabat terbaik di madrasah.
Editor: Aminudin
