HidayatullahJatim.com – Tim Pengawas Ummi Daerah Madiun Raya menggelar agenda supervisi dan audit mutu standar pembelajaran Al-Qur’an di SD Luqman Al Hakim Ngawi pada Selasa (8/9/2026). Agenda pengawasan tersebut melibatkan seluruh dewan asatidzah dan bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kepatuhan lembaga pendidikan terhadap regulasi 10 Pilar Sistem Ummi.
Ketua Ummi Daerah Madiun Raya sekaligus tim pengawas, Muhamad Nurois Amin, mengonfirmasi bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan langsung, terdapat indikator kemajuan pada sistem pengajaran di sekolah tersebut. Meski mengapresiasi temuan itu, pihaknya menyoroti kelemahan struktural pada sektor hafalan (tahfidz) peserta didik yang belum sepenuhnya memenuhi standar.
“Menyenangkan sekali setiap supervisi ke SDLH karena saya selalu melihat progres. Namun, untuk perbaikan ke depan perlu mengintegrasikan kualitas tahfidz anak-anak agar secara penuh sesuai dengan standar mutu operasional Ummi Foundation,” kata Nurois dalam forum dengar pendapat di SD Luqman Al Hakim Ngawi, Selasa (8/9/2026).
Lebih lanjut, Nurois menegaskan bahwa prosedur kontrol dan evaluasi berkala ini merupakan mandat yang harus dipatuhi. Ia memberikan teguran tidak langsung kepada tenaga pendidik agar tidak cepat berpuas diri dengan capaian saat ini. Kebijakan pengawasan rutin setiap semester ini diwajibkan oleh yayasan guna mencegah stagnasi metode pembelajaran dan memastikan hak pendidikan siswa terpenuhi secara optimal.
Pihak supervisor juga menuntut guru untuk menjalankan inovasi pembelajaran yang selaras dengan prosedur operasional standar (SOP). “Pendampingan dan evaluasi menjadi kunci vital agar proses pembelajaran senantiasa berjalan sesuai standar mutu yang ditetapkan,” tegas Nurois di lokasi supervisi, Selasa (8/9/2026).
Tanggapan Pihak Sekolah Atas Temuan Supervisi
Merespons temuan serta instruksi dari pihak pengawas, Kepala SD Luqman Al Hakim Ngawi, Galih Pratama Yoga, menyatakan bahwa lembaganya siap mematuhi rekomendasi perbaikan tersebut. Pihak manajemen sekolah berkomitmen untuk segera merevisi alur pelaksanaan tahfidz harian agar lebih terintegrasi.
Agenda pengawasan tersebut ditutup dengan sesi interogasi dan klarifikasi teknis mengenai kendala penerapan metode di lapangan. Berikut adalah petikan dialog dalam forum evaluasi tersebut:
Pengawas (Nurois Amin): “Apakah prosedur integrasi target tahfidz harian dengan metode bacaan Ummi sudah diimplementasikan secara menyeluruh sesuai panduan terbaru di setiap kelas?”
Kepala Sekolah (Galih Pratama Yoga): “Sejauh ini kami telah menjalankan pedoman standar awal. Namun, untuk integrasi penuh yang ditekankan pada temuan hari ini, kami segera merestrukturisasi jam pelajaran dan membutuhkan pendampingan teknis lebih lanjut bagi tim asatidzah pada semester berjalan.”
