SURABAYA-hidayatullahjatim.com – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah Surabaya memperkuat kesiapan kader menghadapi dinamika dakwah masyarakat perkotaan melalui Majelis Murobbi Rayon (MMR). Kegiatan tahunan tersebut berlangsung di Pesantren Hidayatullah Surabaya, Jalan Kejawan Putih Tambak Gang VI Nomor 1, Mulyorejo, Jumat–Sabtu (24–25/7).
MMR diikuti jajaran pengurus dan kader Hidayatullah dari wilayah Surabaya. Selama dua hari, peserta mendapatkan pembinaan yang mencakup penguatan pemikiran, spiritualitas, manajemen halaqah, kesehatan fisik, serta pemahaman terhadap manhaj organisasi.
Pengurus DPD Hidayatullah Surabaya, Zaenal Muttaqin, mengatakan, materi MMR dirancang secara terpadu agar kader memiliki kesiapan yang memadai dalam menjalankan amanah dakwah.
“MMR bukan sekadar rutinitas organisasi. Kegiatan ini menjadi sarana menata pemikiran, memperkuat spiritualitas, dan menyelaraskan pemahaman manhaj seluruh kader Hidayatullah Surabaya,” ujar Zaenal.
Menurut dia, tantangan dakwah di kota besar terus berkembang. Karena itu, kader tidak hanya membutuhkan pemahaman keislaman, tetapi juga ketahanan spiritual, kemampuan mengelola organisasi, dan kondisi fisik yang baik.
Rangkaian kegiatan dimulai Jumat sore dengan pembukaan dan pengarahan yang disampaikan Aep Saepudin serta Zaenal Muttaqin. Peserta kemudian mengikuti pendalaman Tafsir As-Sa’di dalam dua sesi.
Sesi pertama disampaikan Ahmad Baihaqi, Lc. Sementara sesi kedua dibawakan Marni Mulyana, Lc., M.Th.I. Pendalaman tafsir tersebut diarahkan untuk memperkuat pemahaman peserta terhadap Al-Qur’an sebagai landasan dalam menjalankan tugas dakwah dan pembinaan umat.
Pada malam hari, peserta mengikuti rangkaian ibadah berupa qiyamul lail, salat Subuh berjamaah, dan wirid pagi di Masjid Aqshal Madinah. Agenda tersebut menjadi bagian dari pembinaan spiritual sekaligus penguatan kedisiplinan kader.
Memasuki Sabtu pagi, peserta mengikuti Manhaj Jasadiyah melalui kegiatan Gerakan Kader Sehat. Aktivitas fisik yang dipimpin Alim Puspianto, M.Kom.I., itu dilaksanakan di lapangan terbuka kompleks Pesantren Hidayatullah Surabaya.
Selain pembinaan spiritual dan fisik, peserta memperoleh materi Manajemen Halaqah yang disampaikan Achmad Suyanto. Materi tersebut menekankan pentingnya pengelolaan halaqah secara terencana, terukur, dan berkelanjutan.
Pendalaman Tafsir Hadis yang dibawakan Nurhuda, M.Pd., turut melengkapi rangkaian pembinaan. Materi itu diharapkan membantu kader menerjemahkan nilai-nilai manhaj ke dalam pengelolaan organisasi dan pembinaan jamaah.
DPW Apresiasi Pelaksanaan MMR
Ketua Departemen Perkaderan DPW Hidayatullah Jawa Timur, Abdullah Ridho, mengapresiasi pelaksanaan MMR Surabaya. Menurut dia, kegiatan tersebut menunjukkan keseriusan pengurus daerah dalam menjalankan sistem perkaderan secara tertib dan berkesinambungan.
“Kami mengapresiasi DPD Hidayatullah Surabaya yang konsisten menjalankan MMR. Pelaksanaannya tertib, sistematis, dan didukung materi yang saling melengkapi,” kata Abdullah.
Ia menilai pembinaan kader tidak dapat dilakukan melalui kegiatan yang bersifat seremonial. Perkaderan membutuhkan proses yang terstruktur, pendampingan berkelanjutan, serta evaluasi terhadap pelaksanaan halaqah di setiap jenjang.
“MMR harus menjadi ruang konsolidasi para murobbi. Dari kegiatan ini, persoalan pembinaan dapat dipetakan dan langkah perbaikannya bisa disusun bersama,” jelasnya.
Abdullah berharap pelaksanaan MMR Surabaya dapat memperkuat kualitas murobbi dan meningkatkan keaktifan halaqah. Penguatan tersebut dinilai penting karena halaqah merupakan salah satu instrumen utama pembinaan kader Hidayatullah.
Rangkaian MMR ditutup Edi Handoko pada Sabtu pukul 10.15 WIB. Setelah mengikuti kegiatan, peserta diharapkan segera menerapkan hasil pembinaan dalam pelaksanaan halaqah, pengelolaan organisasi, serta program dakwah dan sosial di tengah masyarakat.
DPD Hidayatullah Surabaya juga berharap MMR mampu melahirkan kader yang memiliki pemahaman manhaj yang kuat, disiplin dalam menjalankan amanah, serta mampu menghadirkan program yang bermanfaat bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya.
Reporter: Adib
Editor: Aminudin
