MALANG (hidayatullahjatim.com) – SD Alam Ar Rohmah menggelar upacara bendera memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 dengan penuh khidmat dan semangat kebangsaan pada Senin (17/8/2026). Berbeda dari sekadar perayaan rutin, momentum kemerdekaan tahun ini dimaknai secara mendalam melalui penanaman nilai-nilai karakter, keimanan, dan ketakwaan bagi seluruh santri dan civitas akademika.
Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Wahyu Kurniawan, S.Pd., menyampaikan amanat menyentuh yang mengajak seluruh peserta upacara untuk merefleksikan makna hakiki dari sebuah kemerdekaan di era modern. Ia menegaskan bahwa generasi saat ini memiliki kewajiban moral dan spiritual untuk melanjutkan perjuangan para pahlawan melalui pembentukan akhlak terpuji.
Tiga Pilar Perjuangan Masa Kini
Dalam amanatnya, Ustadz Wahyu Kurniawan menitikberatkan tiga hal utama yang wajib diperjuangkan oleh para siswa di masa sekarang:
- Merdeka dari Kesyirikan (Ketakwaan dan Tauhid) Perjuangan terbesar seorang Muslim diawali dari dalam dada—membebaskan hati dari ketergantungan pada selain Allah SWT. Di era modern, bentuk penyimpangan tidak selalu berupa penyembahan berhala secara fisik, melainkan bisa menjelma dalam bentuk materialisme, mendewakan logika, atau terlalu bergantung pada makhluk. Merdeka dari kesyirikan berarti mengembalikan pemurnian akidah (Tauhid) dalam setiap aspek kehidupan. Ketika jiwa seorang santri terbebas dari penghambaan kepada materi, ia akan tumbuh menjadi pribadi yang berani, mandiri, dan hanya takut serta berharap kepada sang Pencipta.
- Merdeka dari Kedurhakaan (Bakti kepada Orang Tua): Kemerdekaan pribadi tidak ada artinya tanpa dibarengi dengan adab dan akhlak mulia, terutama kepada kedua orang tua. Di tengah arus modernisasi yang kerap mengikis kesopanan, membebaskan diri dari sikap durhaka adalah bentuk perjuangan karakter yang sangat nyata. Berbakti (birrul walidain) dilakukan melalui tutur kata yang santun, kepatuhan pada perintah yang baik, serta do’a yang tak pernah putus untuk mereka. Keridaan Allah terletak pada keridaan orang tua; oleh karena itu, penghormatan kepada orang tua menjadi pondasi utama pembentukan generasi yang berkah dan beradab.
- Merdeka dari Kebodohan (Menuntut Ilmu sebagai Kunci Hidayah): Kebodohan adalah belenggu paling nyata yang menghambat kemajuan umat. Menuntut ilmu bukan sekadar kewajiban akademis untuk mengejar nilai, melainkan sarana utama untuk membuka pintu hidayah dan memahami kebenaran. Ilmu agama menuntun arah hidup, sementara ilmu pengetahuan umum memberikan wawasan untuk mengelola alam dan kehidupan. Dengan terus belajar, membaca, dan bereksplorasi, anak didik dilatih untuk berpikir kritis, tidak mudah terprovokasi hoaks, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Penyatuan ketiga pilar ini menegaskan bahwa kemerdekaan sejati bukan hanya bebas dari penjajahan fisik, melainkan keberhasilan membebaskan diri dari belenggu hawa nafsu dan dosa, hingga akhirnya mengantarkan seorang hamba menuju kemenangan tertinggi: diraihnya surga Allah SWT.
Melalui kegiatan ini, SD Alam Ar Rohmah kembali menegaskan komitmennya untuk tidak hanya melahirkan generasi yang cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh secara spiritual dan berakhlak mulia. Pihak sekolah mengajak seluruh orang tua dan masyarakat untuk bersama-sama membimbing generasi muda agar meraih kemerdekaan yang sejati—merdeka di dunia dan selamat di akhirat.
Tentang SD Alam Ar Rohmah: SD Alam Ar Rohmah merupakan lembaga pendidikan dasar berbasis alam dan nilai-nilai Islam yang berfokus pada pembentukan karakter, kepemimpinan, dan ketakwaan siswa melalui metode pembelajaran yang holistik dan menyenangkan.
