MALANG (hidayatullahjatim.com) – Lembaga Pendidikan Islam Ar-Rohmah Putra Malang menggelar upacara bendera memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 dengan khidmat dan penuh semangat kebangsaan. Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Ust. Muh. Syuhud, M.Pd., menyampaikan amanat mendalam mengenai makna kemerdekaan hakiki serta peran sejarah vital umat Islam bagi bangsa.
Dalam amanatnya, Ust. Muh. Syuhud menegaskan lima poin utama yang menjadi bekal penting bagi seluruh santri:
-
Makna Kemerdekaan Hakiki: Kemerdekaan sejati bagi seorang muslim dimulai dari terbebasnya jiwa dari segala bentuk kemusyrikan dan ketundukan hanya kepada Allah SWT.
-
Perjuangan Founding Fathers: Para pendiri bangsa, termasuk tokoh-tokoh muslim, telah merumuskan Piagam Jakarta demi kemashlahatan seluruh rakyat Indonesia, yang menjadi bukti komitmen kebangsaan umat Islam sejak awal kemerdekaan.
-
Pengorbanan Para Pejuang: Indonesia tidak berdiri begitu saja, melainkan diperjuangkan oleh tumpahan darah para ulama, cendekiawan muslim, serta para santri di masa perang kemerdekaan.
-
Resolusi Jihad sebagai Tonggak Kebangsaan: Salah satu pilar yang menjaga Indonesia tetap berdiri kokoh adalah peristiwa Resolusi Jihad yang dicetuskan oleh KH. Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945 di Surabaya.
-
Kesiapan Pemimpin Masa Depan: Santri Ar-Rohmah Putra diimbau untuk menyiapkan diri menjadi calon pemimpin bangsa yang berintegritas agar Indonesia dilimpahi keberkahan.

Menjelaskan sejarah Resolusi Jihad, Ust. Muh. Syuhud mengingatkan kembali seruan bersejarah Rais Akbar Nahdlatul Ulama (NU) tersebut yang mampu menggerakkan massa:
“Mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari penjajah hukumnya fardhu ‘ain atau wajib bagi setiap muslim yang berada dalam radius 94 km dari tempat musuh.”
Panggilan tersebut membakar semangat para santri dan rakyat Jawa Timur untuk berbondong-bondong menuju Surabaya, yang kemudian meletus sebagai peristiwa bersejarah Pertempuran 10 November 1945.
Mengakhiri amanatnya, Ust. Muh. Syuhud mengajak seluruh santri untuk terus memperdalam ilmu dan menata niat, agar kelak mampu melanjutkan estafet kepemimpinan bangsa dengan nilai-nilai Islam yang menyejukkan.
