BOJONEGORO (hidayatullahjatim.com) — Mengisi momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Pengurus Daerah Hidayatullah Bojonegoro menggelar Upacara Bendera Khidmat yang diikuti oleh seluruh kader, pengurus, serta pegawai di lingkungan Hidayatullah Bojonegoro, Senin (17/08/2026). Upacara ini tidak hanya menjadi bentuk penghormatan nasional, tetapi juga ajang refleksi mendalam mengenai hakikat kemerdekaan bagi generasi penerus bangsa.
Bertindak sebagai pembina upacara, Ustaz Abdullah Ridho menyampaikan amanat pengunggah jiwa yang mengingatkan seluruh peserta bahwa kemerdekaan yang dinikmati hari ini merupakan anugerah besar dari Allah SWT yang diraih melalui pengorbanan harta, jiwa, dan keluarga oleh para pahlawan serta mujahid bangsa.
“Kemerdekaan ini diraih oleh para pahlawan dan para mujahid dengan pengorbanan nyawa, harta, bahkan keluarga. Terlalu kecil rasanya jika kita hanya mengisinya dengan upacara seremonial semata. Pertanyaannya sekarang: dengan nikmat kemerdekaan ini, apa yang bisa kita lakukan sebagai penerus perjuangan mereka?” tegas Ustaz Abdullah Ridho dalam amanatnya.
5 Panduan Konkret Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan
Menjawab tantangan zaman, Ustaz Abdullah Ridho memaparkan lima langkah mendasar yang wajib dilaksanakan oleh seluruh kader dan elemen masyarakat dalam mensyukuri dan mengisi nikmat kemerdekaan:
-
Meningkatkan Iman dan Takwa kepada Allah SWT
Kemerdekaan adalah momentum strategis untuk memperbaiki kualitas spiritual. Cara terbaik mensyukurinya adalah dengan membangkitkan iman serta menguatkan ketakwaan melalui ketaatan yang nyata dalam kehidupan sehari-hari.
-
Menuntut Ilmu dan Mengamalkannya dalam Karya Nyata
Ilmu tidak boleh berhenti pada teori. Semangat menuntut ilmu harus diwujudkan dalam bentuk karya nyata dan amal saleh yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas sekaligus mengalirkan pahala bagi para pahlawan yang telah mendahului.
-
Menjaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa
Persatuan antar suku, golongan, dan elemen anak bangsa adalah perintah Allah SWT serta bagian dari syariat. Seluruh komponen bangsa diimbau untuk menutup rapat celah yang dapat memecah belah keutuhan NKRI.
-
Mendoakan Para Pahlawan dan Pejuang Syahid
Lisan para penerus bangsa hendaknya senantiasa dibasahi dengan doa untuk para pejuang yang telah mengorbankan darah dan nyawa. Doa yang tulus diharapkan menjadi penerang dan pemeringan bagi mereka di sisi Allah SWT.
-
Mengisi Kemerdekaan dengan Nilai-Nilai Sistematika Wahyu
Sebagai bagian dari keluarga besar Hidayatullah, sikap terhadap kemerdekaan diwujudkan secara konkret melalui pengintegrasian 5 pilar Sistematika Wahyu:
-
Merdeka Bertauhid: Murni mentuhankan Allah SWT, menjauhi syirik, dan mempersembahkan seluruh ibadah hanya untuk-Nya.
-
Merdeka Berakhlak Mulia: Menjaga kesucian kemerdekaan dengan perbuatan positif, menjauhi hura-hura serta tindakan yang merugikan sesama.
-
Merdeka Beribadah: Memaksimalkan waktu untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui ibadah yang sungguh-sungguh.
-
Merdeka Berdakwah: Aktif menyebarkan kebaikan dan membuang sikap individualis demi mewujudkan kepedulian sosial.
-
Merdeka Membangun Peradaban: Mengambil peran aktif dalam membangun peradaban Islam yang membawa rahmat bagi semesta alam (rahmatan lil ‘alamin).
-
Upacara peringatan yang berlangsung khidmat di halaman kampus Hidayatullah Bojonegoro ini ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan, kejayaan, dan keberkahan Bangsa Indonesia ke depan.
Editor: Aminudin
