MALANG (hidayatullahjatim.com) โ Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah Kota Malang terus berkomitmen memperkokoh basis spiritualitas dan pemahaman ideologi para kadernya. Hal ini diwujudkan melalui agenda Halaqah Wustho yang digelar di Kampus Ar-Rohmah Malang, Sabtu (8/4).
Mengangkat tema besar Tadabbur Ayat dalam Bingkai Sistematika Wahyu (SW), kegiatan ini menghadirkan dua narasumber utama, yakni Ustadz Arifin dan Ustadz Ashim. Keduanya mengupas tuntas bagaimana ayat-ayat Al-Qur’an seharusnya tidak hanya dibaca, tetapi diinternalisasi sebagai panduan bergerak dalam dakwah.
Ketua DPD Hidayatullah Kota Malang, Jumari, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan instrumen penting untuk menjaga “imun” keimanan para kader di tengah dinamika zaman.
“Halaqah ini bukan sekadar rutinitas formal. Kami ingin setiap kader memiliki kedalaman pemahaman terhadap Sistematika Wahyu sebagai manhaj thariqah perjuangan kita. Dengan tadabbur yang tepat, gerakan dakwah di Malang akan semakin terukur dan berlandaskan wahyu,” ujar Jumari.
Apresiasi dari Wilayah
Kegiatan yang berlangsung khidmat ini juga mendapat sorotan positif dari tingkat wilayah. Ketua Departemen Perkaderan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Jawa Timur, Abdullah Ridho, memberikan apresiasi tinggi atas konsistensi DPD Kota Malang dalam menjaga kualitas pengaderan.
“Kami sangat mengapresiasi langkah cepat dan konsisten dari DPD Kota Malang. Halaqah Wustho adalah jantungnya perkaderan. Apa yang dilakukan Ustaz Arifin dan Ustaz Ashim dalam membedah kaitan tadabbur dengan Sistematika Wahyu adalah materi fundamental yang wajib dikuasai kader,” ungkap Abdullah Ridho.
Ia menambahkan, pola pengaderan berbasis Sistematika Wahyu yang diterapkan di Ar-Rohmah diharapkan bisa menjadi role model bagi daerah lain di Jawa Timur.
Fokus Sistematika Wahyu
Dalam pemaparannya, Ustadz Arifin dan Ustadz Ashim menekankan bahwa Sistematika Wahyu bukan sekadar urutan turunnya ayat, melainkan tahapan transformasi diri dan sosial. Para peserta diajak untuk membedah kembali surah-surah awal (Al-Alaq hingga Al-Muzzammil) sebagai pondasi membangun peradaban Islam dari lingkup terkecil.
Acara ini ditutup dengan sesi diskusi interaktif. Ke depan, DPD Hidayatullah Kota Malang berencana mengintensifkan pertemuan serupa guna memastikan setiap lini organisasi bergerak dalam satu visi spiritual yang sama.
Reporter: Nurcholis
Editor: Aminudin

