BOJONEGORO (hidayatullahjatim.com) – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah Bojonegoro terus berkomitmen meningkatkan kualitas kader melalui penguatan sektor spiritual. Hal ini dibuktikan dengan digelarnya Halaqoh Marhala Wustho yang berlangsung khidmat pada Jumat (10/4).
Bertempat di pusat dakwah DPD Hidayatullah Bojonegoro, kajian kali ini menghadirkan Ustadz Moh. Ali Jihad sebagai pemateri utama. Dalam paparannya, beliau membedah urgensi Tazkiyatun Nafs atau penyucian jiwa sebagai fondasi utama dalam mengemban amanah dakwah.
Pentingnya Menjaga Kesucian Hati Mengutip nukilan ayat suci Al-Qur’an, Ustadz Ali Jihad menekankan bahwa keberuntungan seorang hamba sangat bergantung pada kebersihan hatinya.
“Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.” (QS. Asy-Syams: 9-10).
“Kader Marhala Wustho adalah motor penggerak organisasi. Jika jiwanya bersih, maka gerak dakwahnya akan semakin ringan dan penuh berkah. Sebaliknya, jiwa yang kotor hanya akan menjadi penghambat kemajuan,” tegas Ali Jihad di hadapan para peserta.
Apresiasi dari Wilayah Kegiatan rutin ini mendapat sorotan positif dari jajaran wilayah. Ketua Departemen Perkaderan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Jawa Timur, Abdullah Ridho, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas konsistensi DPD Bojonegoro dalam membina kader.
“Langkah DPD Bojonegoro ini sangat tepat. Tazkiyatun Nafs adalah ruh dari perkaderan kita. Kami berharap pola pembinaan seperti ini menjadi role model bagi daerah lain di Jawa Timur untuk melahirkan kader yang tangguh secara mental dan spiritual,” ujar Abdullah Ridho melalui sambungan telepon.
Komitmen Berkelanjutan Pengurus DPD Hidayatullah Bojonegoro, Rifa’i, menyatakan bahwa halaqoh ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan upaya sistematis untuk menjaga integritas kader di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap kader di Bojonegoro memiliki kedalaman spiritual yang mumpuni. Melalui kajian Tazkiyatun Nafs ini, kami berharap muncul semangat baru untuk berkhidmat kepada masyarakat dengan hati yang ikhlas,” pungkas Rifa’i.
Acara yang berlangsung sejak pagi tersebut ditutup dengan diskusi interaktif dan doa bersama untuk kemaslahatan umat.
Reporter: Agus Rohmatullah
Editor: Aminudin

