BATU (hidayatullahjatim.com) – Bertempat di Aula Dakwah, Pengurus Daerah (PD) Hidayatullah Kota Batu sukses menyelenggarakan agenda rutin Halaqoh Wustha pada Rabu (8/4). Pertemuan yang diikuti oleh puluhan kader ini mengangkat tema krusial: “Implementasi Nilai-Nilai Jati Diri dalam Kehidupan Sehari-hari,” dengan membedah perspektif dari dua rujukan tafsir otoritatif, yakni Tafsir As-Sa’di dan Tafsir Ibnu Katsir.
Hadir sebagai pemateri utama, Ustadz Moh. Homaidi. Dalam paparannya, beliau menekankan bahwa jati diri seorang kader bukan sekadar identitas formal, melainkan Perwujudan yang sangat jelas dan nyata dari nilai-nilai tauhid yang tertanam dalam perilaku sosial maupun pribadi.
Integrasi Tafsir dalam Karakter
Ustadz Homaidi menjelaskan bahwa pendekatan Tafsir As-Sa’di yang cenderung praktis dan mudah dipahami sangat relevan untuk membimbing etika (adab) harian. Sementara itu, kedalaman riwayat dalam Tafsir Ibnu Katsir memberikan fondasi akidah yang kokoh agar kader tidak goyah di tengah gempuran ideologi modern.
“Menjadi kader yang berafiliasi pada jati diri berarti menyelaraskan antara apa yang diyakini dalam hati dengan apa yang tampak dalam amal nyata. Itulah esensi dari pemahaman tafsir yang kita pelajari hari ini,” ujar Ustadz Homaidi di hadapan para peserta.
Apresiasi dari Wilayah
Kegiatan ini pun mendapat atensi khusus dari tingkat wilayah. Ketua Departemen Perkaderan DPW Hidayatullah Jawa Timur, Abdullah Ridho, menyampaikan apresiasi tingginya terhadap konsistensi DPD Kota Batu dalam menjaga kualitas intelektual dan spiritual kadernya.
“Halaqoh Wustha adalah ‘jantung’ dari perkaderan kita. Kami sangat mengapresiasi langkah DPD Kota Batu yang terus konsisten melakukan pembinaan. Ini adalah bukti bahwa ruh perjuangan di Kota Batu terus menyala melalui penguatan jati diri,” ungkap Abdullah Ridho dalam keterangannya.
Komitmen Berkelanjutan
Mewakili jajaran pengurus, Abdullah Warsito dari DPD Hidayatullah Kota Batu menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari kurikulum wajib untuk memastikan seluruh pengurus dan anggota memiliki standar pemahaman yang sama.
“Kami ingin memastikan bahwa nilai-nilai organisasi bukan hanya menjadi hafalan di atas kertas, tetapi benar-benar mewarnai kehidupan sehari-hari masyarakat di Kota Batu melalui keteladanan para kader,” pungkas Abdullah Warsito.
Acara yang berlangsung khidmat tersebut diakhiri dengan sesi diskusi interaktif dan komitmen bersama untuk mengaplikasikan poin-poin tafsir dalam dakwah di lingkungan masing-masing.
Reporter: Abdul Hamid
Editor: Aminudin

