Kokohkan Karakter Kader, DPD Hidayatullah Sumenep Bedah Sistematika Wahyu

Kokohkan Karakter Kader, DPD Hidayatullah Sumenep Bedah Sistematika Wahyu

SUMENEP (hidayatullahjatim.com) – Guna memperkuat fondasi spiritual dan integritas anggotanya, Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah Sumenep menggelar Halaqoh Ula. Perhelatan yang berlangsung khidmat selama tiga hari tersebut (8–10 April 2026) mengusung tema sentral: “Mengokohkan Karakter Kader Berbasis Sistematika Wahyu”.

Hadir sebagai pemateri utama sekaligus Murabbi, Ustadz Ramli. Dalam paparannya, beliau menekankan bahwa karakter seorang kader tidak boleh hanya dibentuk oleh kecakapan intelektual, melainkan harus berakar kuat pada urutan turunnya wahyu sebagai metodologi transformasi diri dan umat.

“Sistematika Wahyu bukan sekadar teks sejarah, melainkan manhaj (metode) hidup. Kader yang kokoh adalah mereka yang mampu menginternalisasi nilai-nilai Al-Alaq hingga An-Nashr dalam setiap gerak dakwahnya,” ujar Ustadz Ramli di hadapan para peserta.

Penguatan Integritas

Pengurus DPD Hidayatullah Sumenep, Baijuri, menyampaikan bahwa agenda ini merupakan ikhtiar berkelanjutan untuk menjaga kualitas sumber daya insani di ujung timur Pulau Madura. Menurutnya, tantangan zaman yang semakin kompleks menuntut kader memiliki imunitas mental yang bersumber dari Al-Qur’an.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap kader di Sumenep memiliki kesamaan visi dan ketajaman karakter. Halaqoh Ula ini menjadi kawah candradimuka untuk memurnikan niat dan memperkuat barisan,” tegas Baijuri.

Apresiasi Wilayah

Kegiatan ini pun mendapat atensi positif dari tingkat wilayah. Ketua Departemen Perkaderan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Jawa Timur, Abdullah Ridho, memberikan apresiasi tinggi atas konsistensi DPD Sumenep dalam menjalankan program penguatan ideologi tersebut.

“Langkah DPD Sumenep ini patut dicontoh. Mengokohkan karakter berbasis Sistematika Wahyu adalah ruh dari gerakan kita. Kami sangat mengapresiasi semangat kawan-kawan di Sumenep yang terus menjaga tradisi ilmu dan kepengasuhan ini,” tutur Abdullah Ridho.

Acara yang berakhir pada Jumat (10/4) tersebut ditutup dengan komitmen bersama para kader untuk mengimplementasikan hasil halaqoh dalam program-program sosial dan dakwah di tengah masyarakat Sumenep.

Reporter: Mohammad Nuhan
Editor: Aminudin

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *