SURABAYA (hidayatullahjatim.com) — Duduk bersimpuh bersama para kader Hidayatullah lainnya di RQM Gunung Anyar, Surabaya, selalu menghadirkan kehangatan tersendiri bagi saya. Hari itu, saya hadir mengikuti agenda rutin Halaqoh Wustho yang dipimpin langsung oleh murabbi kami, Ustadz Aep Saepudin. Sebagai tuan rumah, Ustadz Muhammad Faruq menyambut kedatangan kami dengan sangat baik, membuat suasana pembinaan berlangsung begitu khidmat dan penuh kekeluargaan.
Bagi saya pribadi, setiap nasihat yang disampaikan Ustadz Aep Saepudin siang itu terasa seperti teguran sekaligus penyegar dahaga ruhani. Beliau kembali mengingatkan kami semua tentang betapa krusialnya konsistensi dan istiqomah dalam menghadiri halaqoh.
“Halaqoh adalah benteng spiritual kita. Tanpa konsistensi hadir dan menyimak pembinaan, kader akan mudah terseret arus fitnah zaman dan mengalami futur,” tegas Ustadz Aep di hadapan kami.
Kalimat beliau yang paling membekas di hati saya adalah ketika beliau mengibaratkan istiqomah di halaqoh seperti menjaga nyala api. Jika kita menjauh dari barisan, rasa hangatnya keimanan dan semangat perjuangan perlahan akan padam. Pesan ini menyadarkan saya bahwa kehadiran saya di majelis ini bukan sekadar untuk menggugurkan kewajiban organisasi, melainkan sebuah kebutuhan dan kedisiplinan ruhani demi menjaga keikhlasan niat dalam berkhidmat.
Suasana pembinaan semakin terasa menguatkan ketika Pengurus DPD Hidayatullah Surabaya, Ustadz Zaenal Muttaqin, turut memberikan penekanan. Beliau mengingatkan kami bahwa berhalaqoh adalah sarana vital penyegaran iman dan konsolidasi pemikiran. Tanpa halaqoh yang kuat, soliditas dan arah perjuangan kami sebagai kader akan mudah goyah di tengah tantangan zaman.
Semangat kami para peserta semakin terpacu saat mengetahui bahwa keberlangsungan majelis kami ini mendapat perhatian dan apresiasi dari Ketua DPW Hidayatullah Jawa Timur, Ustadz Amun Rowie. Beliau menegaskan bahwa keberlanjutan halaqoh adalah urat nadi utama gerakan dakwah Hidayatullah.
Dukungan dari pimpinan wilayah tersebut membuat saya dan rekan-rekan peserta lainnya semakin mantap. Langkah kaki saya keluar dari RQM Gunung Anyar hari itu terasa lebih mantap, membawa tekad baru untuk terus mengukuhkan niat, menguatkan pembinaan diri, dan siap berkhidmat lebih baik lagi untuk masyarakat.
Editor: Aminudin
