SURABAYA (hidayatullahjatim.com) – Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Jawa Timur terus mematangkan kualitas sumber daya manusianya. Melalui agenda Halaqah Wustha, para pengurus dan amil BMH Jatim digembleng secara spiritual dan ideologis untuk memperkuat jati diri sebagai garda depan dakwah.
Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut dipandu langsung oleh Murabbi Senior, Ustadz Mashud. Fokus utama pembahasan tertuju pada pentingnya pengkaderan yang berkelanjutan serta penanaman nilai-nilai dasar dakwah bagi seorang amil di lembaga zakat nasional.
Pengurus DPD Hidayatullah Surabaya, Ustadz Zaenal Muttaqin, menegaskan bahwa seorang amil tidak boleh hanya memandang tugasnya sekadar profesi rutin atau pekerjaan administratif semata.
“Amil LAZNAS BMH bukan sekadar pengelola dana zakat, infak, dan sedekah secara profesional. Lebih dari itu, amil adalah dai. Tugas ini adalah amanah dakwah yang menuntut integritas, ketulusan, serta ruh pengabdian yang tinggi kepada masyarakat,” ujar Ustadz Zaenal Muttaqin.
Ia menambahkan, melalui Halaqah Wustha ini, para amil diharapkan mampu mengintegrasikan antara keahlian manajerial modern dengan nilai-nilai keislaman yang kokoh. Dengan demikian, pelayanan zakat yang dihadirkan BMH tidak hanya berdampak secara ekonomi, tetapi juga membawa kemaslahatan spiritual bagi para muzaki dan mustahiq.
Langkah strategis ini pun mendapat sorotan positif dari pimpinan wilayah. Ketua Departemen Pengkaderan DPW Hidayatullah Jawa Timur, Ustadz Abdullah Ridho, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya agenda pembinaan berkala tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi konsistensi BMH Jatim dan DPD Hidayatullah Surabaya dalam menjaga ritme pengkaderan ini. Halaqah Wustha adalah jantung organisasi. Tanpa pengkaderan yang kuat, dakwah akan kehilangan arah dan daya dorongnya,” tutur Ustadz Abdullah Ridho.
Menurutnya, komitmen menjaga kualitas kader inilah yang menjadi kunci utama kepercayaan publik (public trust) terhadap BMH selama ini. Pembinaan berkelanjutan di bawah bimbingan murabbi dipastikan akan terus menjadi pilar utama dalam mencetak amil yang berkarakter, tangguh, dan berintegritas di seluruh wilayah Jawa Timur.
Reporter: Adib
Editor: Aminudin
