Hidayatullahjatim.com – Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus 03 Korwil Bidang Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Ngawi menggelar Seminar Pendidikan bertajuk “Menjaga Kesehatan Mental Guru di Era Digitalisasi: Guru Sehat, Guru Bahagia, Pendidikan Berkualitas” pada Kamis (24/9/2026) di SDN Jururejo 2 Ngawi, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Langkah ini diambil untuk merespons masifnya penggunaan teknologi di era digitalisasi yang tidak hanya memberikan kemudahan, tetapi juga memicu tingkat stres tinggi bagi tenaga pendidik akibat tuntutan administrasi digital dan beban kerja yang menumpuk.
Agenda strategis ini diikuti secara intensif oleh jajaran Kepala Sekolah, Guru Kelas 1–6, Guru Pendidikan Agama Islam (PAI), hingga Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) dari 7 sekolah anggota Gugus 03 Korwil Dindik Kecamatan Ngawi. Di antara peserta yang hadir, Kepala SD Luqman Al Hakim Ngawi, Ustadz Galih Pratama Yoga, S.Sos.I., turut hadir bersama 10 perwakilan tenaga pendidik dari sekolahnya.
Untuk memberikan solusi praktis dalam mengelola tekanan pekerjaan, seminar ini menghadirkan Psikolog Klinis, Ibu Siti Jariyah, S.Psi., M.Psi., sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, Siti Jariyah mengupas tuntas langkah-langkah konkret guna menjaga kestabilan emosi dan mental para pendidik di tengah gempuran arus informasi digital yang dinamis.
Baca Juga: Upaya Peningkatan Kualitas Pendidikan Dasar di Jawa Timur Baca Juga: Strategi Penguatan Karakter Tenaga Pendidik Menghadapi Era Digital
Ia menekankan empat pilar utama dalam merawat kesehatan mental guru. Pertama, meluangkan waktu 15–30 menit sehari untuk detoks digital harian (off gadget) tanpa membalas pesan atau membaca media sosial. Kedua, menerapkan ruang jeda rutinitas setelah bekerja intensif selama satu jam melalui relaksasi sederhana seperti mendengarkan musik tenang atau lantunan murottal Al-Qur’an. Ketiga, membatasi waktu belajar materi baru maksimal 45 menit sebelum beristirahat. Keempat, menjaga koneksi antarmanusia (human touch) melalui interaksi sosial tatap muka secara langsung.
“Menjaga kesehatan mental pendidik bukan sekadar pemenuhan kebutuhan pribadi, melainkan fondasi utama dalam menjaga kualitas dan marwah layanan pendidikan. Kami sangat mengapresiasi keikutsertaan aktif SD Luqman Al Hakim Ngawi dalam seminar ini,” kata Ketua Departemen Pendidikan Hidayatullah Jawa Timur, Ustadz Muhammad Solehan di Ngawi, Kamis (24/9/2026).
Guru Bahagia Jadi Kunci Utama Kualitas Pendidikan
Ustadz Muhammad Solehan menambahkan bahwa keberadaan pendidik yang sehat secara emosional dan spiritual menjadi kunci utama menciptakan suasana belajar yang kondusif. “Guru yang sehat secara emosional dan spiritual adalah kunci utama terwujudnya ruang kelas yang kondusif serta lahirnya generasi pembelajar yang berprestasi,” lanjutnya.
Rangkaian edukasi ini memberikan wawasan baru dan panduan praktis yang mudah diterapkan para peserta dalam aktivitas harian. Terselenggaranya seminar ini menegaskan ikhtiar bersama seluruh pemangku kepentingan pendidikan di Ngawi bahwa kesejahteraan jiwa dan raga pendidik merupakan landasan utama untuk melahirkan peserta didik yang tangguh dan cerdas.
Reporter: Huda
Editor: Aminudin
