Hidayatullahjatim.com – SMP Ar Rohmah Boarding School Hidayatullah Malang menggelar seminar edukasi kesehatan remaja bertajuk “Becoming Stronger Teenagers: Fitrah, Identity, and Social Relationship” pada Jumat (25/9) pukul 08.00–10.00 WIB di lingkungan Kampus SMP Ar Rohmah Boarding School Dau, Malang. Kegiatan edukatif yang ditujukan untuk membentengi para santri dari ancaman bahaya laten rokok elektrik atau vape ini diikuti secara antusias oleh seluruh santri kelas 7, 8, dan 9.
Hadir sebagai narasumber utama, pakar paru dan onkologi dr. Nevy Shinta Damayanti, Sp.P(K) Onk-T, MARS, FISR, FISQua, membedah secara mendalam bahaya rokok elektrik yang kian masif mengincar generasi muda. Dalam pemaparannya, dr. Nevy menegaskan bahwa meskipun rokok konvensional sangat berbahaya, ancaman dari vape tidak kalah mengkhawatirkan karena strategi pemasaran yang mengecoh.
Menurut dr. Nevy, masalah utama vape terletak pada kemasan visual serta persepsi di masyarakat yang cenderung meremehkan dampaknya. Produk rokok elektrik kerap dipasarkan dengan berbagai varian rasa buah dan aroma yang memikat minat remaja. Strategi ini dinilai membahayakan karena membuat para remaja terjebak mengonsumsinya tanpa menyadari tingginya kandungan nikotin dan zat kimia berbahaya di dalamnya.
“Banyak anak muda terkecoh oleh aroma harum dan rasa manis vape. Padahal, zat kimia di dalamnya tetap mengandung nikotin tinggi yang dapat merusak jaringan paru-paru dan mengganggu perkembangan fisik remaja secara permanen,” tegas dr. Nevy di Kampus SMP Ar Rohmah Boarding School Dau, Malang, Jumat (25/9).
Ia menambahkan, ketidaktahuan masyarakat dan longgarnya pengawasan terhadap pemasaran vape dengan varian rasa manis menjadi celah kritis yang membahayakan tumbuh kembang fisik generasi muda. Pembentukan persepsi keliru bahwa vape lebih aman dibanding rokok biasa merupakan bentuk pengabaian terhadap ancaman kesehatan paru-paru jangka panjang.
Pemaparan mendetail dari narasumber medis tersebut dirasakan langsung dampaknya oleh para peserta seminar. Almer, santri kelas 7 Br, mengaku bersyukur mendapatkan pemahaman mendalam mengenai dampak buruk penggunaan vape. Menurutnya, penjelasan teknis medis dari pakar menjadi alarm keras bagi seluruh santri agar tidak pernah mencoba barang berbahaya tersebut.
Apresiasi Pengurus Wilayah dan Kesaksian Santri
Kesan mendalam juga dirasakan oleh Gibran, santri kelas 8 Dc, yang menyerap langsung bahaya medis dari penggunaan rokok elektrik.
“Acaranya sangat menarik dan membuka mata. Setelah mendengar langsung penjelasan dari dokter tentang efek destruktif vape terhadap kondisi fisik, saya berkomitmen penuh untuk terus menjauhi vape,” kata Gibran di Kampus SMP Ar Rohmah Boarding School Dau, Malang, Jumat (25/9).
Langkah proaktif sekolah dalam melindungi kesehatan para santri turut mendapat perhatian hangat dari jajaran pengurus wilayah. Ketua Departemen Pendidikan DPW Hidayatullah Jawa Timur, Ustadz Muhammad Solehan, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kesigapan sekolah dalam menjaga jati diri dan kesehatan para muridnya.
“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada SMP Ar Rohmah Boarding School Dau yang sigap tanggap membentengi jati diri dan kesehatan para santri. Pembentukan karakter remaja tidak hanya fokus pada pemahaman agama dan akademik, tetapi juga kesadaran menjaga fitrah serta kesehatan jasmani. Edukasi bahaya vape ini sangat krusial agar generasi muda kita tumbuh menjadi pribadi yang kuat, sehat, dan berakhlak mulia,” tutur Ustadz Muhammad Solehan di Kampus SMP Ar Rohmah Boarding School Dau, Malang, Jumat (25/9).
Melalui penyelenggaraan kegiatan edukasi kesehatan ini, SMP Ar Rohmah Boarding School Dau menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan ruang edukasi yang relevan dengan tantangan zaman. Langkah ini menjadi bagian dari strategi menyeluruh sekolah guna mencetak generasi muslim yang sehat secara fisik, kokoh secara mental, serta unggul dalam karakter.
Reporter: Mohammad Afif Prima Diansyah
Editor: Aminudin
