Hidayatullahjatim.com — Santri kelas XII Madrasah Aliyah (MA) Darul Hijrah Salam, Farifar Fardad, berhasil menuntaskan pengambilan sanad Matan Tuhfatul Athfal di Ma’had Darul Hijrah Salam, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Capaian dalam bidang ilmu tajwid ini menjadi bagian penting dari penguatan tradisi keilmuan Al-Qur’an dan kurikulum pendidikan berbasis kaderisasi di pesantren tersebut.
Perwakilan pengasuh Ma’had Darul Hijrah Salam menjelaskan bahwa penuntasan sanad ini bukan sekadar penyelesaian proses pembelajaran biasa, melainkan hasil dari ketekunan menyimak, mengulang (murajaah), serta mendalami kaidah-kaidah ilmu membaca Al-Qur’an yang diwariskan para ulama.
“Pencapaian sanad Matan Tuhfatul Athfal ini menjadi bekal penting bagi santri untuk meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an sekaligus memperkuat dasar keilmuan agama secara formal,” kata perwakilan pengasuh Ma’had Darul Hijrah di Pasuruan.
Pihak lembaga memaparkan bahwa Ma’had Darul Hijrah merupakan program unggulan Pesantren Tahfizh hasil pengembangan dari Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Unggulan DPW Hidayatullah Jawa Timur. Program pendidikan ini dirancang secara terintegrasi untuk mencetak kader yang tidak hanya unggul dalam hafalan, tetapi juga memiliki kedalaman ilmu dan ketahanan akhlak.
Penuntasan materi Matan Tuhfatul Athfal dinilai strategis karena memuat kaidah-kaidah dasar tajwid yang wajib dikuasai oleh setiap pembelajar Al-Qur’an. Penguasaan kitab tersebut memastikan setiap santri mampu membaca dan mengajarkan Al-Qur’an sesuai dengan kaidah tartil yang sah.
Pihak pengelola ma’had menekankan bahwa penguasaan keilmuan tajwid ini diposisikan sebagai pilar pelengkap dari program hafalan Al-Qur’an yang selama ini dijalankan para santri.
Penguatan Kurikulum Keilmuan dan Kaderisasi Umat
Lembaga berharap keberhasilan Farifar Fardad mampu menjadi pendorong semangat bagi para santri lainnya di MA Darul Hijrah Salam untuk terus mendalami cabang-cabang keilmuan Islam secara komprehensif.
“Kami terus berikhtiar membangun generasi yang tidak hanya dekat dengan Al-Qur’an melalui hafalan, tetapi juga memiliki dasar keilmuan yang kokoh agar kelak siap mengajarkan dan mengamalkan ilmunya di tengah masyarakat,” ujar perwakilan pengasuh Ma’had Darul Hijrah di Pasuruan.
Editor: Aminudin
