Mandiri Pasca-Lulus, Santri Darul Hijrah Tuban Dibekali Skill Wirausaha Sablon

Mandiri Pasca-Lulus, Santri Darul Hijrah Tuban Dibekali Skill Wirausaha Sablon

Tuban (hidayatullahjatim.com) – Pondok Pesantren Darul Hijrah Tuban berkomitmen mencetak generasi yang tidak hanya mahir secara spiritual, tetapi juga mandiri secara ekonomi. Melalui program kewirausahaan terbaru, para santri kini dibekali keterampilan teknis di dunia konveksi sebagai modal masa depan mereka.

Pengurus DPD Hidayatullah Tuban, Lajianto, menjelaskan bahwa visi pesantren saat ini adalah menyelaraskan antara hafalan Al-Qur’an dengan kemandirian finansial. Menurutnya, santri harus siap menghadapi tantangan zaman setelah menyelesaikan pendidikan formal.

“Tujuan kami jelas, para santri tidak hanya fokus menghafal Al-Qur’an, tetapi juga memiliki bekal usaha yang nyata untuk masa depan mereka. Kami ingin mereka menjadi entrepreneur yang bertakwa,” ujar Lajianto dalam keterangannya, Rabu (11/3/2026).

Kolaborasi dengan Sektor Riil

Untuk mewujudkan hal tersebut, Darul Hijrah menggandeng unit bisnis di bawah naungan Yayasan Al-Mardliyyah, yaitu AJM Kaos Polos (Al-Mardliyyah Jaya Mandiri). Dalam program ini, para santri terjun langsung ke lapangan untuk mempelajari proses produksi dari hulu ke hilir.

Para santri mendapatkan bimbingan intensif mengenai:

  • Teknik menyablon kaos yang berkualitas.

  • Proses produksi pakaian (cutting dan finishing).

  • Manajemen operasional usaha konveksi.

“Mereka dibimbing langsung oleh praktisi dari AJM. Jadi bukan sekadar teori, tapi benar-benar praktik membuat kaos dan produk garmen lainnya,” tambah Lajianto.

Apresiasi dari Wilayah

Langkah inovatif DPD Hidayatullah Tuban ini mendapat sambutan hangat dari tingkat wilayah. Bendahara DPW Hidayatullah Jawa Timur, Muhammad Ali, memberikan apresiasi tinggi terhadap model pendidikan yang mengintegrasikan aspek dakwah dan ekonomi ini.

“Kami sangat mengapresiasi terobosan ini. Ini adalah langkah konkret dalam membangun ekosistem kemandirian pesantren. Santri yang punya skill wirausaha akan lebih percaya diri saat terjun ke masyarakat kelak,” ungkap Muhammad Ali.

Program ini diharapkan menjadi pilot project bagi pesantren-pesantren lain di Jawa Timur untuk mulai melirik sektor ekonomi kreatif sebagai bagian dari kurikulum pendamping bagi para penghafal Al-Qur’an.

Reporter: Fendi Andianto

Editor: Aminudin

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *