MADIUN (hidayatullahjatim.com) – Tentu ada kehangatan yang berbeda saat kami, ratusan pengurus Hidayatullah dari tujuh daerah se-Rayon Madiun, berkumpul bersama. Bertempat di Kampus Pratama Hidayatullah Kota Madiun selama dua hari, Sabtu–Ahad (1–2/8/2026), kami melingkar dalam agenda Majelis Murobbi Rayon untuk menimba ilmu sekaligus merekatkan kembali ikatan ukhuwah Islamiyah.
Sejak hari pertama, aura kebersamaan dan kekhusyukan terasa sangat kuat. DPD yang hadir cukup lengkap, mulai dari Kota Madiun, Kabupaten Madiun (Caruban), Ngawi, Ponorogo, Pacitan, Nganjuk, hingga Magetan. Bagi kami, forum ini bukan sekadar rutinitas organisasi, melainkan ruang pengisian spiritual dan bahan bakar pergerakan dakwah di daerah masing-masing.
Menerima Pembekalan Ilmu dan Manhaj
Dalam majelis ini, kami menyimak pemaparan mendalam dari Murobbi Rayon Madiun, Ustadz Muhammad Juweni. Beliau membimbing kami menyelami dua materi utama yang sangat menyentuh dan relevan:
-
Tafsir Surat Al-Lail: Menggembleng kesadaran kami akan pentingnya keikhlasan beramal, kedermawanan berinfaq, serta konsistensi memilih jalan kebaikan yang diridhai Allah SWT.
-
Kajian Manhaj Ukhuwah: Mengupas strategi merawat dan memperkuat persaudaraan Islam berlandaskan prinsip Ahlus Sunnah wal Jama’ah.
Bagi kami para peserta, momen ini terasa seperti penawar dahaga pergerakan. Forum ini memberi kami modal keilmuan yang makin mantap, arah dakwah yang lebih jernih, dan semangat kebersamaan yang terbarukan untuk terus melayani umat di wilayah masing-masing.
Disambut Apresiasi DPW Jawa Timur
Kebahagiaan dan semangat kami makin lengkap saat mendengarkan pesan dan apresiasi dari pimpinan tingkat wilayah. Ketua Departemen Perkaderan DPW Hidayatullah Jawa Timur, Ustadz Abdullah Ridhoi, menyampaikan dukungannya atas soliditas yang terus dirawat oleh pengurus di Rayon Madiun.
“Langkah kawan-kawan pengurus di Rayon Madiun dalam merawat forum pembinaan ini merupakan komitmen luar biasa terhadap denyut nadi perkaderan. Ini bukti nyata bahwa sistem pengkaderan dan konsolidasi dakwah di Jawa Timur berjalan secara berkelanjutan, solid, serta terus bergerak melahirkan generasi penerus,” puji Ustadz Abdullah Ridhoi.
Tak sekadar memberi pujian, beliau menaruh harapan besar agar bekal Tafsir Surat Al-Lail dan Manhaj Ukhuwah yang kami serap di Madiun tak berhenti sebagai wacana. Lebih dari itu, nilai-nilai perkaderan tersebut diharapkan mampu mengejawantah menjadi aksi nyata dalam membina kader-kader baru serta menggerakkan program keumatan di daerah kami masing-masing.
Editor: Aminudin
