BATU (hidayatullahjatim.com) – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Jawa Timur tancap gas melakukan transformasi mutu pendidikan Islam di wilayahnya. Langkah strategis ini dikukuhkan dalam pembukaan RAKOR MKKSI yang dihadiri oleh para kepala sekolah dan praktisi pendidikan jaringan Tarbiyah Hidayatullah se-Jawa Timur di Kota Batu, Sabtu (18/7).
Ketua DPW Hidayatullah Jawa Timur, Ustadz Amun Rowie, dalam sambutannya menegaskan bahwa sekolah Islam tidak boleh lagi dikelola secara konvensional. Ada tiga pilar mutlak yang wajib dimiliki setiap lembaga pendidikan untuk membangun dan mempertahankan kepercayaan publik secara berkelanjutan.
“Konsistensi dalam pengelolaan institusi pendidikan melahirkan kepuasan dan kepercayaan masyarakat. Sekolah tidak boleh sekadar menjadi tempat belajar temporer, melainkan harus berdiri tegak sebagai entitas yang stabil, profesional, dan sepenuhnya dapat diandalkan,” tegas Ustadz Amun Rowie di hadapan peserta pelatihan.
Tiga Komponen Karakteristik Sekolah Berhasil
Untuk mencetak lembaga pendidikan yang dilirik masyarakat, Ustadz Amun menjabarkan tiga karakteristik utama yang wajib diimplementasikan secara terstruktur:
-
Konsisten: Menjaga performa dan layanan pendidikan agar dikenal publik sebagai lembaga yang kokoh, berintegritas, serta profesional.
-
Autentisitas: Kemampuan manajemen menggali potensi lokal dan keunikan khas institusi, baik lewat program unggulan maupun internalisasi nilai-nilai inti (core values).
-
Relevansi: Menyusun program adaptif yang responsif terhadap perkembangan zaman, sehingga sekolah menjadi solusi konkret atas kebutuhan riil masyarakat, bukan sekadar jualan branding visual.
7 Pilar Ekosistem Sekolah Unggul
Tak hanya memberikan konsepsi teoritis, DPW Hidayatullah Jatim juga memetakan tujuh fondasi utama yang saling terintegrasi untuk membentuk ekosistem sekolah berkinerja tinggi:
| Fondasi Utama | Indikator Keberhasilan |
| Prestasi Santri | Capaian akademik dan non-akademik sebagai tolok ukur serapan kurikulum. |
| Program Unggulan | Diferensiasi program sekolah yang memiliki daya saing tinggi. |
| Guru Berkualitas | Pendidik profesional yang mendapat pembinaan dan evaluasi berkala. |
| Fasilitas Lengkap | Dukungan sarana prasarana penunjang kenyamanan KBM. |
| Lingkungan Aman | Iklim sekolah yang kondusif dan bebas dari segala bentuk kekerasan. |
| Alumni Sukses | Rekam jejak lulusan yang berkontribusi nyata di masyarakat. |
| Nilai Positif | Terjaganya budaya islami dan citra positif lembaga di mata publik. |
Rilis Roadmap 4 Fase Aksi Berbasis Data
Sebagai langkah konkret, dalam forum tersebut DPW Hidayatullah Jatim resmi merilis empat fase penataan sistem operasional terpadu. Ustadz Amun menyebut, tahun pertama menjadi momentum paling krusial bagi manajemen untuk menancapkan dasar yang kuat dan memetakan kondisi riil di lapangan.
Empat rencana aksi nyata (roadmap) yang siap digulirkan antara lain:
-
Curriculum Design (Penyelarasan Kurikulum): Memastikan proses pembelajaran sejalan dengan visi besar Tarbiyah melalui modul yang terstandarisasi.
-
Baseline Assessment (Asesmen Awal): Memetakan potensi santri dan kapasitas SDM pendidik sebagai dasar penentuan target individu serta pelatihan yang tepat sasaran.
-
Digital System (Sistem Pelayanan Digital): Melakukan audit manajemen dan merancang solusi teknologi modern demi transparansi pelayanan.
-
Operational Guide (Panduan Operasional): Menyusun buku panduan operasional spesifik di masing-masing unit sebagai kompas kerja harian civitas akademika.
Melalui roadmap kepemimpinan yang terukur ini, jaringan pendidikan Hidayatullah Jatim ditargetkan mampu bertransformasi menjadi pusat keunggulan (center of excellence). Target akhirnya adalah melahirkan generasi santri yang memiliki daya saing global tanpa kehilangan identitas nilai-nilai keislaman yang autentik.
Reporter: Abi Baijuri
Editor: Aminudin
