BATU (hidayatullahjatim.com) – Ikhtiar peningkatan mutu pendidikan berbasis karakter dan kepemimpinan Islam terus digelorakan oleh Departemen Pendidikan Hidayatullah Jawa Timur. Melalui forum Rapat Koordinasi Musyawarah Kerja Kepala Sekolah Integral (Rakor MKKSI) Jawa Timur yang digelar khidmat di Kota Batu pada Sabtu (18/7), para kepala sekolah dari berbagai daerah berkumpul guna merumuskan standardisasi manajemen mutu dan akselerasi kompetensi strategis satuan pendidikan.
Istimewanya, Rakor MKKSI kali ini tidak sekadar menjadi ajang evaluasi internal. Pertemuan strategis ini juga dimanfaatkan sebagai panggung konsolidasi dan sosialisasi masif menyambut agenda berskala nasional, yakni Hidayatullah Festival 2026 (Hi-FEST). Program akbar ini diproyeksikan menjadi wadah unjuk talenta terbesar bagi ribuan pelajar di seluruh Indonesia.
Hadir langsung sebagai instruktur sekaligus tenaga ahli, Ustadz Adi Purwanto, memberikan paparan mendalam di hadapan jajaran kepala sekolah. Dalam penyampaiannya, ia menekankan pentingnya sinergi kolektif seluruh elemen madrasah dan sekolah integral untuk menyukseskan gelaran akbar nasional tersebut.
“Hi-FEST 2026 bukan sekadar kompetensi akademik biasa, melainkan instrumen strategis untuk menumbuhkan talenta, menguatkan karakter berbasis nilai Islami, serta membangun fondasi peradaban unggul sejak usia dini,” tegas Ustadz Adi Purwanto di hadapan para peserta rakor.
Berdasarkan cetak biru flyer resmi yang disosialisasikan, Hi-FEST 2026 mengusung tema besar: “Menumbuhkan Talenta, Menguatkan Karakter, Membangun Peradaban”. Kompetensi bergengsi ini dirancang secara inklusif berjenjang, menyasar tiga kategori peserta utama secara nasional. Kategori pertama mencakup jenjang SD/MI (Kelas 1–6), kategori kedua untuk SMP/MTs (Kelas 7–9), dan kategori ketiga diperuntukkan bagi tingkat SMA/SMK/MA (Kelas 10–12).
Panitia nasional mematok target partisipasi yang sangat ambisius, yakni menjaring sedikitnya 10.000 peserta dari berbagai penjuru tanah air. Target sebaran kuota peserta dikelompokkan secara proporsional, meliputi 5.000 kuota untuk jenjang SD/MI, 3.000 peserta untuk tingkat SMP/MTs, serta 2.000 peserta untuk level SMA/SMK/MA sederajat.
Untuk menampung minat dan potensi siswa yang beragam, Hi-FEST 2026 menyediakan tujuh bidang lomba yang kompetitif. Bidang lomba tersebut meliputi Pendidikan Agama Islam (PAI), Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), Bahasa Indonesia, Bahasa Arab, serta Bahasa Inggris.
Rangkaian kompetisi dirancang bertahap demi menjaga kualitas seleksi. Tahap Penyisihan akan dimulai pada Agustus 2026 secara daring (Virtual Competition) dengan biaya pendaftaran Rp 15.000 per bidang lomba. Peserta yang lolos akan melaju ke babak Final pada Oktober 2026 dengan sistem hybrid (biaya pendaftaran Rp 75.000).
Puncaknya, babak Grand Final akan digelar secara langsung (offline) pada November 2026 bertempat di Kampus Utama Hidayatullah Surabaya. Menariknya, bagi para finalis yang berhasil menembus babak Grand Final, panitia membebaskan biaya kompetisi alias gratis, serta memfasilitasi makan siang, sertifikat, hingga medali bagi para peraih juara. Ajang ini juga menyiapkan apresiasi tinggi berupa kategori Medali Emas (ditambah uang pembinaan), Medali Perak, dan Medali Perunggu.
Melalui integrasi program antara Rakor MKKSI Jawa Timur di Kota Batu dengan sosialisasi Hi-FEST 2026 ini, diharapkan seluruh kepala sekolah pulang membawa misi ganda: meningkatkan tata kelola internal sekolah masing-masing, sekaligus mengawal suksesnya delegasi santri di perhelatan akbar nasional November mendatang di Surabaya.
Editor: Aminudin
