Ketua Umum DPP Hidayatullah: Dakwah Harus Dipikul Bersama — 7000 Jamaah Padati Tabligh Akbar Muswil Jatim 2025

Ketua Umum DPP Hidayatullah: Dakwah Harus Dipikul Bersama — 7000 Jamaah Padati Tabligh Akbar Muswil Jatim 2025

hidayatullahjatim.com — Musyawarah Wilayah (Muswil) Hidayatullah Jawa Timur yang dilaksanakan pada 5–7 Desember 2025 menghadirkan momentum besar dalam konsolidasi gerakan dakwah dan pembinaan kader. Agenda yang berlangsung selama tiga hari ini dipenuhi berbagai kegiatan strategis, salah satunya adalah Tabligh Akbar yang menjadi magnet utama kehadiran masyarakat. Ribuan jamaah dari berbagai daerah hadir memenuhi arena kegiatan sejak pagi hari. Tercatat lebih dari 7000 jamaah memadati lokasi tabligh akbar, menjadikannya salah satu kegiatan besar Hidayatullah di wilayah Jawa Timur sepanjang tahun ini.

Tabligh akbar tersebut menghadirkan dua tokoh ulama nasional, yaitu KH Naspi Arsyad, Lc., Ketua Umum DPP Hidayatullah, dan KH Syihabuddin Abdul Muiz Al Hafiz. Kehadiran dua pembicara utama ini menambah energi spiritual yang kuat dan menggelorakan optimisme gerakan dakwah. Suasana penuh khidmat, namun tetap penuh semangat, mengiringi jalannya acara dari awal hingga akhir, menggambarkan kesiapan umat Islam menuju fase perjuangan berikutnya.

Dalam tausiyahnya, KH Naspi Arsyad, Lc. menyampaikan pesan mendalam mengenai hakikat perjuangan dakwah yang tidak akan pernah terlepas dari cobaan dan tantangan. Menurutnya, perjalanan dakwah sejati tidak dapat ditempuh tanpa pengorbanan dan kesabaran. Ia menegaskan bahwa ujian justru menjadi bukti bahwa dakwah berada pada jalur yang benar. “Tidak akan mulus jalan dakwah ini. Akan selalu mendapatkan halangan, rintangan dan tantangan,” tegasnya disambut pekik takbir jamaah.

Lebih lanjut, Ketua Umum DPP Hidayatullah menegaskan bahwa tidak ada pemimpin besar yang lahir tanpa pembiasaan munajat dan perjuangan spiritual. Kepemimpinan, menurut beliau, bukan semata urusan taktik, strategi, atau kecakapan managerial, tetapi disandarkan pada kekuatan ruh yang terhubung dengan Allah SWT. “Tidak ada pemimpin besar yang lahir dari malam-malam yang dilewati dengan mata yang tertutup, dengan munajat yang minim kepada Rabb semesta alam,” ujarnya dengan penuh penekanan.

Karena itu, KH Naspi menyampaikan pesan khusus kepada para pendidik dan pembina santri untuk memperkuat pembinaan ibadah. Ia menegaskan bahwa kekuatan dakwah bermula dari kekuatan hubungan dengan Allah. “Saya berpesan, jangan biarkan santri kita melewatkan malamnya tanpa munajat. Dengan generasi yang kuat ibadahnya maka dakwah ini akan menjadi lebih mudah,” ungkap beliau yang disambut anggukan para jamaah.

Dalam bagian penting ceramahnya, KH Naspi menekankan bahwa tujuan utama dakwah adalah menghadirkan Islam secara kaffah dalam kehidupan masyarakat. Namun, cita-cita besar tersebut tidak mungkin tercapai jika umat Islam berjalan sendiri-sendiri dan terjebak dalam rasa saling lebih baik satu sama lain. “Dakwah kita bertujuan agar Islam ini dapat dilaksanakan secara kaffah. Hal tersebut dapat kita laksanakan jika kita bersatu. Tidak merasa lebih baik daripada yang lain, itu adalah sifat Iblis ‘ana khairun minhu’,” tegasnya.

Beliau mengingatkan bahwa Allah mampu meninggikan agama ini tanpa bantuan manusia, namun Allah memberikan amanah kepada umat agar terlibat dalam perjuangan. “Allah bisa saja menjayakan Islam ini sendiri. Namun diamanahkan kepada kita semua. Dan ini tidak bisa kita pikul sendirian. Harus dipikul bersama seluruh unsur kaum Muslimin,” jelasnya.

Tabligh akbar ini juga menjadi ajang penegasan pentingnya persatuan dan kolaborasi antar gerakan Islam. KH Naspi mengajak agar kegiatan serupa diperbanyak dengan melibatkan semakin banyak unsur pergerakan Islam di Indonesia, sehingga ukhuwah dapat terjalin lebih kuat. “Saya berpesan agar acara seperti ini sering dilaksanakan dengan melibatkan lebih banyak lagi unsur pergerakan Islam yang lain agar tercipta ukhuwah antar kaum Muslimin,” pesannya dengan penuh harapan.

Suasana haru sekaligus penuh optimisme menutup kegiatan tabligh akbar, diakhiri dengan doa bersama sebagai bentuk komitmen memperkuat dakwah dan memajukan umat. Muswil Hidayatullah Jawa Timur 2025 menjadi bukti nyata bahwa gerakan dakwah membutuhkan sinergi antar elemen, kekuatan spiritual, dan kepemimpinan yang berkarakter. Kehadiran 7000 jamaah menjadi pesan kuat bahwa umat merindukan arah perjuangan yang jelas, solid, dan terarah.

Dengan semangat persatuan, Muswil Hidayatullah Jatim tahun ini menjadi titik penting menuju langkah yang lebih besar dalam perjuangan membangun peradaban Islam yang berkemajuan. (Sekretariat/Idr)

 

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *