Hidayatullahjatim.com — Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah dan Majelis Pengurus Pusat (MPP) Ikatan Saudagar Muslim se-Indonesia (ISMI) resmi menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dalam rangkaian Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) ISMI 2026 di Hotel Shangri-La Surabaya, Jawa Timur, Selasa, 27 Oktober 2026.

Penandatanganan tersebut menjadi salah satu agenda penting dalam pertemuan nasional yang dirangkai dengan pelantikan pengurus ISMI Jawa Timur periode 2026–2031, Kolaborasi dan Integrasi Bisnis Antar Regional (KIBAR) 5, serta Expo yang mempertemukan para pelaku usaha dari berbagai daerah.
Ketua Umum DPP Hidayatullah, KH Naspi Arsyad, Lc., menyampaikan rasa syukur atas terjalinnya kesepakatan tersebut. Dalam wawancara seusai agenda, ia menyebut bahwa penandatanganan MoU dengan ISMI melibatkan Prof. Dr. Ing. H. Ilham Akbar Habibie, MBA, dari pihak ISMI.
Menurutnya, MoU ini diharapkan menjadi cikal bakal kerja sama antara Hidayatullah dan ISMI dalam sejumlah bidang, terutama ekonomi. Ia menilai ISMI memiliki perhatian pada gerakan ekonomi keumatan sehingga membuka peluang sinergi dengan berbagai potensi yang dimiliki Hidayatullah.
“MoU ini kita harapkan menjadi cikal bakal untuk kerja sama dalam beberapa bidang tertentu, semisal di bidang ekonomi,” ujar KH Naspi Arsyad.
Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya kolaborasi dengan berbagai pihak agar gerakan ekonomi Hidayatullah dapat memberikan manfaat yang semakin luas. “Maka gerakan ekonomi Hidayatullah harus mampu berkolaborasi dengan banyak pihak, semisal ISMI ini, sehingga ekonomi keumatan ini bisa lebih terasa dan lebih berdampak bagi umat Islam secara khusus,” ungkapnya.
Selain agenda MoU, Rakornas ISMI 2026 juga membahas koordinasi organisasi, evaluasi program kerja, dan penguatan jejaring bisnis antarwilayah. Rangkaian kegiatan dijadwalkan berlanjut hingga Rabu, 28 Oktober 2026, melalui forum business matching dalam KIBAR 5.
Penandatanganan nota kesepahaman ini diharapkan menjadi awal kerja sama yang dapat ditindaklanjuti melalui program konkret. Adapun rincian program, pelaksanaan, dan target kerja sama masih memerlukan penjelasan lebih lanjut dari kedua lembaga.
