Hidayatullahjatim.com — Pembentengan generasi muda dari ancaman kejahatan luar biasa (extraordinary crime) penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya (NAPZA) terus diperketat di lingkup lembaga pendidikan keagamaan. Pondok Pesantren Darul Hijrah Putri Sidoarjo menggandeng Badan Nasional Narkotika (BNN) Kabupaten Sidoarjo untuk menggelar Sosialisasi Pencegahan Narkoba dalam rangkaian agenda Supercamp 2026 yang diikuti oleh 35 santri putri pada Selasa (22/9/2026).
Penyuluh dari BNN Kabupaten Sidoarjo, Bapak Yusuf Rizal, selaku narasumber utama memaparkan data serta pemetaan potensi kerawanan pergaulan yang kerap menjadi pintu masuk penyalahgunaan zat terlarang. Yusuf menyoroti bahaya laten dari kebiasaan yang dianggap sepele, seperti penggunaan rokok konvensional hingga vape (rokok elektrik), yang dalam konteks hukum dan medis kerap teridentifikasi sebagai fase awal perkenalan remaja terhadap zat adiktif berisiko tinggi.
“Sekali terjebak perangkap NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif), masa depan yang dipertaruhkan. Efek dominonya tidak hanya menghancurkan diri sendiri, tetapi juga merusak masa depan dan marwah keluarga,” kata Bapak Yusuf Rizal.
Bapak Yusuf menekankan bahwa pola pencegahan terbaik di tingkat remaja adalah kewaspadaan kolektif dalam memilih lingkungan pergaulan, guna mengantisipasi modus operandi peredaran gelap narkotika yang makin terselubung.
Pihak pengelola pondok pesantren merespons positif langkah mitigasi yang diinisiasi oleh BNN Kabupaten Sidoarjo. Kepala Kepengasuhan Darul Hijrah Putri Sidoarjo, Ustadzah Almawati, S.Pd.I., menilai edukasi pencegahan dini ini memiliki urgensi hukum dan sosial yang tinggi, mengingat dinamika ancaman bagi santriwati kini tidak lagi terbatas pada interaksi fisik semata, melainkan telah merambah ke ranah digital.
“Tantangan anak perempuan ke depan sungguh luar biasa, terutama setelah lulus dari pondok. Godaan tidak hanya datang dari pertemanan dan lingkungan fisik, tetapi juga masif dari media sosial. Bekal pengetahuan ini menjadi tameng penting bagi mereka,” ujar Ustadzah Almawati.
Dukungan institusional juga mengalir dari jajaran pengurus wilayah Hidayatullah Jawa Timur. Ketua Departemen Pendidikan Hidayatullah Jawa Timur, Ustadz Muhammad Solehan, menggarisbawahi pentingnya imunitas moral dan kesadaran hukum bagi para santri agar terhindar dari sanksi pidana maupun dampak buruk zat terlarang.
“Kami sangat mengapresiasi sinergi antara Darul Hijrah Sidoarjo dan BNN Sidoarjo. Pesantren tidak hanya mencetak generasi yang unggul secara spiritual dan akademis, tetapi juga harus memastikan para santri memiliki imunitas moral serta kesadaran hukum yang kuat dari ancaman kejahatan luar biasa seperti narkoba,” ungkap Ustadz Muhammad Solehan.
Edukasi Interaktif dan Kesadaran Hukum Santri
Di sisi lain, edukasi yang disampaikan dengan pendekatan komunikatif tersebut mampu memberikan pemahaman substantif bagi para peserta. Gendis, santriwati kelas 7 Darul Hijrah Sidoarjo yang hadir sebagai salah satu peserta sosialisasi, mengonfirmasi peningkatan pemahaman terkait identifikasi bahaya dan tindakan preventif secara mandiri.
“Saya sangat gembira bisa mengikuti sosialisasi dari BNN Sidoarjo ini. Sekarang kami jadi lebih paham bentuk-bentuk bahayanya, sehingga bisa lebih waspada dan berusaha semaksimal mungkin membentengi diri agar terhindar dari NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif),” tutur Gendis di lokasi kegiatan, Selasa (22/9/2026).
Melalui pelaksanaan program edukasi hukum dan kesehatan secara berkala pada rangkaian Supercamp 2026, Pondok Pesantren Darul Hijrah Sidoarjo menegaskan komitmennya untuk mendukung program pemerintah dalam menekan angka prevalensi penyalahgunaan narkotika di kalangan pelajar dan remaja.
Reporter: Sauma
Editor: Aminudin
