SURABAYA (hidayatullahjatim.com) — Sekretaris Wilayah Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Jawa Timur, Muh Idris, dipercaya menjadi Ketua Panitia Sarasehan Tokoh Agama dan Masyarakat Jawa Timur. Kegiatan tersebut direncanakan berlangsung pada Oktober atau November 2026. Penunjukan itu menjadi salah satu hasil Rapat Koordinasi dan Konsolidasi Program Kerja Komisi Ukhuwah Islamiyah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur, Rabu, 22 Juli 2026. Rapat dilaksanakan di Hall Lantai 3 Kantor MUI Jawa Timur, Surabaya.
Selain mengemban amanah sebagai Sekwil DPW Hidayatullah Jawa Timur, Muh Idris juga tercatat sebagai anggota Komisi Ukhuwah Islamiyah MUI Provinsi Jawa Timur. Dalam rapat tersebut, ia terlibat dalam pembahasan dan pematangan sejumlah program prioritas komisi. Muh Idris kemudian mendapatkan amanah untuk memimpin kepanitiaan Sarasehan Tokoh Agama dan Masyarakat Jawa Timur. Forum tersebut akan mempertemukan para tokoh agama, tokoh masyarakat, unsur pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dan lembaga sosial keagamaan dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Sarasehan dirancang sebagai ruang dialog, silaturahmi, dan konsolidasi untuk memperkuat persaudaraan serta kerukunan masyarakat. Kegiatan tersebut juga diharapkan mampu melahirkan kesepahaman dan kerja sama dalam merespons berbagai persoalan sosial, keagamaan, dan kemasyarakatan di Jawa Timur. Jadwal, tempat, peserta, dan susunan acara sarasehan akan dimatangkan melalui rapat koordinasi lanjutan. Pelaksanaannya direncanakan pada Oktober atau November 2026 dengan melibatkan berbagai elemen strategis di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota.
Matangkan Program Kerja Komisi
Rapat koordinasi tersebut merupakan pertemuan perdana pengurus Komisi Ukhuwah Islamiyah MUI Jawa Timur setelah pelantikan. Pertemuan difokuskan pada pematangan rancangan program kerja sekaligus penguatan sinergi dengan mitra lintas sektor. Rapat diikuti oleh 27 pengurus Komisi Ukhuwah Islamiyah dan 10 peserta dari sejumlah organisasi perangkat daerah Pemerintah Provinsi Jawa Timur serta lembaga zakat dan sosial keagamaan.
Perwakilan instansi yang hadir antara lain Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Dinas Sosial, Dinas Pemuda dan Olahraga, Forum Zakat Jawa Timur, serta Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama Jawa Timur. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Umum MUI Provinsi Jawa Timur Prof. Dr. KH Abdul Halim Soebahar, M.A.; Ketua Bidang Ukhuwah MUI Jawa Timur Dr. KH Ahmad Jazuli; serta anggota DPD RI Dr. Hj. Lia Istifhama, M.E.I., yang juga menjadi pembina Komisi Ukhuwah Islamiyah.
Turut hadir Ketua Komisi Ukhuwah Islamiyah MUI Jawa Timur Dr. H. Mufi Imron Rosyadi, M.E.I.; Wakil Ketua Dr. Abdul Wahab Ahmad; Wakil Ketua II Dr. H. Syaikhul Hadi, S.Ag., M.Fil.I.; dan Sekretaris Komisi Dr. H. Moh. Sholehuddin, M.Ag. Jajaran pengurus lainnya, seperti Dr. H. Saifuddin Zaini, M.Pd.I., KH Imam Daroini Syirod, dan Dr. Hj. Riadus Solikah, juga mengikuti jalannya rapat dan pembahasan program kerja.
Ketua Komisi Ukhuwah Islamiyah MUI Jawa Timur, Dr. H. Mufi Imron Rosyadi, M.E.I., dalam forum tersebut memaparkan sejumlah rancangan program yang akan dijalankan selama masa khidmat kepengurusan. Program-program tersebut diarahkan untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah, membangun komunikasi antarelemen umat, dan meningkatkan peran MUI dalam menjaga persatuan masyarakat Jawa Timur.
MUI Harus Hadir Menjaga Umat
Ketua Umum MUI Jawa Timur, Prof. Dr. KH Abdul Halim Soebahar, M.A., mengapresiasi langkah Komisi Ukhuwah Islamiyah yang segera menggelar rapat koordinasi dan menyusun program kerja setelah pelantikan. Menurutnya, setiap komisi di lingkungan MUI harus mampu menghidupkan organisasi melalui program-program yang terukur, bermanfaat, dan dirasakan langsung oleh umat.
“Digelarnya rapat kerja oleh Komisi Ukhuwah Islamiyah merupakan hal yang sangat membanggakan. Mudah-mudahan ini menginspirasi komisi, badan, dan lembaga lainnya untuk menyelenggarakan kegiatan koordinasi,” ujarnya.
Prof. Halim menegaskan bahwa keberadaan gedung dan fasilitas MUI yang baik harus diimbangi dengan kualitas kerja dan pengabdian para pengurus.
“Gedung Kantor MUI Jawa Timur ini termasuk yang paling bagus di Indonesia. Akan memalukan apabila gedung yang megah dan bagus ini tidak diimbangi dengan kerja dan khidmat yang bermutu,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa MUI memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kondisi umat Islam dan bangsa Indonesia agar tetap damai serta tidak mudah terpengaruh oleh ekstremisme, baik dari kelompok kanan maupun kiri. Menurutnya, MUI memiliki posisi sebagai wadah berhimpunnya ulama, zuama, dan cendekiawan Muslim. Karena itu, MUI harus mampu menjadi penengah serta memberikan pencerahan kepada kelompok-kelompok yang memiliki pandangan berlebihan.
“MUI harus menjaga umat Islam dan bangsa Indonesia agar tetap damai dan tidak terpengaruh ekstremisme kanan maupun kiri,” katanya.
Prof. Halim menilai Komisi Ukhuwah Islamiyah akan menjadi salah satu komisi andalan MUI Jawa Timur. Komisi tersebut memiliki tugas penting dalam menggalang potensi persatuan umat serta membangun komunikasi di tengah beragam kelompok dan organisasi Islam.
Ukhuwah Tidak Cukup diucapkan
Ketua Bidang Ukhuwah MUI Jawa Timur, Dr. KH Ahmad Jazuli, menyampaikan bahwa tugas Komisi Ukhuwah Islamiyah terlihat ringan, tetapi memiliki tanggung jawab yang berat. Menurutnya, pembicaraan mengenai ukhuwah sering kali berhenti pada tataran lisan dan belum sepenuhnya diwujudkan dalam kehidupan nyata.
“Komisi ukhuwah ini terlihat ringan, tetapi sebenarnya berat. Ukhuwah Islamiyah sering kali banyak disampaikan secara lisan. Tugas kita adalah bagaimana kerukunan itu benar-benar terbentuk,” ujarnya.
KH Ahmad Jazuli menekankan bahwa para pengurus Komisi Ukhuwah Islamiyah harus terlebih dahulu membangun kerukunan di lingkungan internal. Keteladanan tersebut menjadi modal utama sebelum mengajak masyarakat luas untuk menjaga persatuan. Ia mengingatkan bahwa pengurus akan kesulitan menyerukan kerukunan kepada masyarakat apabila di dalam tubuh komisi sendiri belum tercipta kebersamaan dan keharmonisan. Karena itu, konsolidasi internal, komunikasi terbuka, dan semangat saling menghargai harus terus diperkuat dalam setiap pelaksanaan program.
Perkuat Sinergi Hidayatullah dan MUI
Kepercayaan kepada Muh Idris sebagai Ketua Panitia Sarasehan Tokoh Agama dan Masyarakat Jawa Timur menjadi bagian dari kontribusi Hidayatullah dalam memperkuat sinergi bersama MUI dan berbagai unsur masyarakat. Keterlibatan Sekwil DPW Hidayatullah Jawa Timur dalam Komisi Ukhuwah Islamiyah juga menunjukkan komitmen organisasi untuk berperan aktif dalam menjaga persatuan umat, membangun komunikasi lintas lembaga, dan menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis.
Melalui Sarasehan Tokoh Agama dan Masyarakat Jawa Timur, berbagai pihak diharapkan dapat duduk bersama, menyampaikan pandangan, serta merumuskan langkah kolaboratif untuk merawat persaudaraan dan menyelesaikan persoalan masyarakat. Forum tersebut sekaligus diharapkan menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintah, organisasi Islam, lembaga zakat, dan unsur kepemudaan di Jawa Timur.
Dengan semangat ukhuwah dan kolaborasi, Sarasehan Tokoh Agama dan Masyarakat Jawa Timur diharapkan tidak sekadar menjadi forum seremonial, tetapi mampu menghasilkan rekomendasi dan langkah nyata bagi penguatan kerukunan, persatuan, dan kedamaian masyarakat Jawa Timur.
Reporter : Aminuddin
