Ujian Terbuka Tahfidz MTs-SMA Hidayatullah Sidoarjo: Cetak Hafidzah Mutqin, Hadirkan Penguji Eksternal

Ujian Terbuka Tahfidz MTs-SMA Hidayatullah Sidoarjo: Cetak Hafidzah Mutqin, Hadirkan Penguji Eksternal

SIDOARJO (hidayatullahjatim.com) โ€“ Komitmen mencetak generasi qurani yang berkualitas terus dibuktikan oleh jajaran pendidik di Kota Udang. Sebanyak 31 santri putri MTs dan SMA Hidayatullah Sidoarjo mengikuti Ujian Terbuka Tahfidz Al-Qur’an pada Ahad (7/6). Prosesi yang berlangsung khidmat itu digelar simultan di dua lokasi, yakni Kampus Hidayatullah Kahuripan dan Kampus Hidayatullah Sekardangan.

Ujian terbuka ini menjadi fase krusial sekaligus syarat mutlak kelulusan. Langkah tersebut diambil guna menguji kualitas serta validitas hafalan para santri secara objektif sebelum mereka dikukuhkan pada wisuda tahfidz pekan depan.

Kepala MTs-SMA Hidayatullah Sidoarjo Ustazah Tuti menegaskan, ujian terbuka merupakan potret dari standardisasi mutu program unggulan di lembaganya. “Melalui skema ujian terbuka, kemampuan hafalan para santri diuji secara riil di hadapan publik dan penguji. Ini komitmen kami agar kualitas lulusan tahfidz benar-benar terjaga dan bisa dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Apresiasi tinggi juga datang dari jajaran wilayah. Sekretaris DPW Hidayatullah Jawa Timur Ustadz Muh. Idris memberikan acungan jempol atas konsistensi Hidayatullah Sidoarjo dalam menjaga mutu kurikulum Al-Qur’an. Menurutnya, capaian ini menjadi angin segar bagi dakwah dan pendidikan di Jawa Timur.

“Kami sangat mengapresiasi capaian luar biasa ini. Melahirkan puluhan hafizah mutqin bukanlah perkara mudah. Ini bukti bahwa proses pembinaan dan karantina tahfidz di Sidoarjo berjalan dengan sistem yang sangat baik. Semoga ini menjadi inspirasi bagi daerah-daerah lain di Jawa Timur,” tutur Ustadz Muh. Idris .

Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Yayasan Hidayatullah Sidoarjo Ustadz Slamet M.Pd.I mengingatkan para santri bahwa ujian ini mengemban misi spiritual yang besar. “Ujian tahfidz bukan sekadar formalitas menjelang wisuda. Ini adalah bentuk pertanggungjawaban ilmiah dan spiritual atas hafalan yang selama ini telah dijaga. Semoga menjadi bekal berharga untuk menjaga kalamullah sepanjang hayat,” pesannya di hadapan para peserta.

Guna menjaga objektivitas dan independensi penilaian, pihak sekolah sengaja menerjunkan tim penguji eksternal dari lembaga berkompeten. Untuk wilayah Kampus Sekardangan, jalannya ujian dikomandoi oleh Ustadz Hasan dari Darul Hijrah Gresik. Sementara di Kampus Kahuripan, kualitas hafalan santri diuji langsung oleh Ustazah Sofi dari Markazul Qur’an wa Lughah (MQL) STAIL Surabaya.

Di antara puluhan peserta, sorotan tertuju pada dua santriwati tangguh, yakni Ukhti Hanum dan Ukhti Filza. Keduanya sukses menuntaskan setoran hafalan pamungkas hingga genap 30 juz.

Bagi mereka, ujian terbuka ini menghadirkan atmosfer yang mendebarkan sekaligus memotivasi. “Tentu ada grogi, tapi ini menjadi kesempatan berharga untuk mengukur sejauh mana kemutqinan hafalan kami sebelum benar-benar diwisuda pekan depan,” ungkap salah satu dari mereka kompak.

Dengan berakhirnya ujian terbuka ini, Hidayatullah Sidoarjo optimistis dapat terus menyuplai generasi penghafal Al-Qur’an yang tidak sekadar andal dalam ingatan teks, melainkan juga matang dalam berakhlak mulia serta adaptif mengamalkan nilai-nilai universal Al-Qur’an di tengah masyarakat.

Reporter: Syahri Sauma

Editor: Aminudin

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *