hidayatullahjatim.com – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah Bojonegoro mengumpulkan sedikitnya 80 pegawai dalam forum pembinaan internal bertajuk Halaqah Gabungan Sumber Daya Manusia (SDM). Kegiatan yang dipusatkan di Masjid Kampus 1 Lisman ini difokuskan untuk meluruskan miskonsepsi sekaligus membedah urgensi dan indikator ketuntasan halaqah (forum kajian) bagi seluruh instrumen organisasi.
Pemateri utama, Ustaz Abdullah Ridho A, menyoroti kecenderungan sebagian pegawai yang kerap mereduksi nilai halaqah sekadar rutinitas administratif. Padahal, parameter keberhasilan kegiatan tersebut telah diatur dalam standar operasional pembinaan yang mengikat seluruh SDM.
”Banyak yang masih keliru memahami esensi dari kegiatan halaqah ini. Oleh karena itu, kita harus membedah kembali secara prosedural kenapa SDM wajib berhalaqah dan apa saja indikator ketuntasannya,” tegas Ustadz Abdullah Ridho di hadapan para peserta.
Agenda yang berlangsung ketat di bawah pengawasan jajaran struktural DPD mulai pukul 08.30 hingga 09.30 WIB tersebut, dibuka oleh Ustadz Agus Rohmattullah dan dilanjutkan tilawah oleh Ustadz Rohmad. Dalam paparannya, Ustadz Abdullah Ridho secara lugas mengkritik pandangan yang menganggap halaqah sebagai formalitas belaka tanpa target penyelesaian yang terukur.
Pemaparan komprehensif tersebut nyatanya sukses membuka perspektif baru bagi para peserta. Salah seorang pegawai yang hadir mengaku bahwa forum ini berhasil mematahkan anggapan lama terkait prosedur pembinaan SDM di internal Hidayatullah.
”Awalnya saya mengira ini sebatas aktivitas program biasa tanpa urgensi khusus. Namun, dari fakta yang diungkap pemateri, ternyata manfaat dan tujuan operasionalnya sangat bagus dan berdampak sistemik bagi kelangsungan SDM,” ungkap salah seorang peserta yang enggan namanya dikorankan tersebut.
Rangkaian kegiatan halaqoh gabungan ini ditutup secara resmi dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Ustadz Abdul Wahid, sekaligus menandai tuntasnya evaluasi dan pembinaan SDM Hidayatullah Bojonegoro pada sesi tersebut.
Reporter: Agus
Editor: Aminudin
