Strategi Dakwah Berbasis Kitab, DPD Hidayatullah Surabaya Perkuat Fondasi Akidah Jama’ah

Strategi Dakwah Berbasis Kitab, DPD Hidayatullah Surabaya Perkuat Fondasi Akidah Jama’ah

SURABAYA (hidayatullahjatim.com) – Semarak dakwah di Kota Pahlawan kian bergeliat sejak fajar menyingsing. Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah Surabaya resmi memperkuat program literasi keislaman melalui gelaran Kajian Subuh Berjamaah yang diselenggarakan rutin setiap hari senin-jum’at di Masjid Aqshal Madinah, Ponpes Hidayatullah Surabaya.

Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan upaya sistematis untuk membekali umat dengan pemahaman kitab-kitab rujukan klasik dan kontemporer. Pengurus DPD Hidayatullah Surabaya, Zaenal Muttaqin, menjelaskan bahwa pemilihan waktu ba’da Subuh bertujuan untuk memanfaatkan momentum keberkahan waktu pagi serta kesiapan pikiran jamaah dalam menyerap ilmu.

“Kami ingin menghidupkan tradisi keilmuan yang kuat di lingkungan pondok dan masyarakat umum. Setiap harinya, ada kitab spesifik yang dikaji bersama para asatidzah yang ahli di bidangnya,” ujar Zaenal Muttaqin dalam keterangannya.


Jadwal Tematik dan Pemateri

Kajian ini menghadirkan lima pakar pendidikan dan dakwah yang mengulas disiplin ilmu berbeda setiap Senin hingga Jumat:

Hari Pemateri Kitab yang Dikaji
Senin Ust. Abdul Kholiq, Lc., M.H.I Ash Shahwah Al Islamiyah
Selasa Ust. M. Nur Fuad, M.A Minhajul Muslim
Rabu Ust. Nur Huda, M.Pd.I Ar-Rahiq Al-Makhtum
Kamis Ust. Marni Mulyana, Lc., M.Th.I Riyadhus Shalihin
Jumat Ust. Drs. Ec. KH. Abdul Rachman Tafsir As Sa’di

Apresiasi dari Wilayah

Langkah konsisten DPD Hidayatullah Surabaya ini mendapat apresiasi positif dari tingkat wilayah. Ketua Departemen Dakwah DPW Hidayatullah Jawa Timur, Aep Saepudin, menyatakan bahwa model kajian tematik harian seperti ini merupakan barometer suksesnya dakwah berbasis masjid.

“Apresiasi setinggi-tingginya untuk DPD Surabaya. Kajian yang tertata secara kurikulum—dengan rujukan kitab yang jelas—adalah kunci dalam mencetak masyarakat yang tercerahkan. Kami berharap program ini menjadi inspirasi bagi daerah-daerah lain di Jawa Timur untuk menghidupkan masjid dengan ilmu,” ungkap Aep Saepudin.

Bagi masyarakat yang berhalangan hadir secara fisik, panitia juga menyediakan akses melalui siaran langsung di kanal YouTube Aqshal Madinah Channel. Selain itu, pengelola membuka ruang bagi para donatur yang ingin berkontribusi dalam operasional dakwah melalui rekening Bank Syariah Indonesia (BSI) atas nama DKM Aqshol Madinah.

Dengan adanya program ini, Masjid Aqshal Madinah diharapkan tidak hanya menjadi tempat ibadah ritual, tetapi juga bertransformasi menjadi pusat peradaban dan edukasi bagi warga Surabaya.

Reporter: Adib Nur Syahid

Editor: Aminudin

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *