SUMENEP (hidayatullahjatim.com) โ Langkah strategis diambil oleh Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah Sumenep dalam memperkuat pilar ekonomi organisasi. Melalui semangat silaturahmi sebagai kunci solusi problematika umat, jajaran pengurus DPD Hidayatullah Sumenep melakukan kunjungan resmi ke Sekretaris Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kabupaten Sumenep, Dr. Naghfir, SH, M.Kn., baru-baru ini.
Pertemuan tersebut bukan sekadar seremoni biasa. Ada misi besar yang dibawa, yakni rencana peluncuran unit usaha baru di bawah naungan Hidayatullah Sumenep yang berfokus pada Lembaga Wakaf Keuangan.
Pengurus DPD Hidayatullah Sumenep, Baijuri, mengungkapkan bahwa pihaknya menaruh harapan besar pada kolaborasi ini. Ia secara terbuka meminta Dr. Naghfir, yang juga dikenal sebagai dosen pascasarjana di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, untuk bersedia menjadi mentor sekaligus pembina lembaga tersebut.
“Kami ingin lembaga ini tidak sekadar jalan, tapi melompat. Karena itu, kami memohon doa restu dan bimbingan dari Dr. Naghfir. Kapasitas beliau sebagai akademisi dan praktisi wakaf sangat kami butuhkan untuk membina kami secara total demi percepatan di bidang keuangan organisasi,” ujar Baijuri.
Menurutnya, kehadiran mentor yang mumpuni menjadi syarat mutlak agar tata kelola keuangan wakaf nantinya berjalan profesional, transparan, dan berdampak luas bagi masyarakat Madura, khususnya Sumenep.
Apresiasi dari Wilayah
Rencana progresif ini mendapat sambutan hangat dari jajaran wilayah. Bendahara Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Jawa Timur, Muhammad Ali, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif yang diambil oleh DPD Sumenep.
Menurut Ali, langkah menggandeng pakar hukum dan wakaf seperti Dr. Naghfir adalah langkah cerdas untuk memastikan setiap unit usaha memiliki landasan regulasi yang kuat.
“Kami sangat mengapresiasi langkah teman-teman di Sumenep. Fokus pada wakaf keuangan adalah masa depan kemandirian organisasi. Dengan bimbingan mentor yang tepat, saya yakin percepatan ekonomi di Sumenep akan menjadi pilot project yang inspiratif bagi daerah lain di Jawa Timur,” tegas Muhammad Ali.
Silaturahmi ini diharapkan menjadi titik awal lahirnya ekosistem keuangan berbasis wakaf yang produktif, yang mampu menjadi solusi atas berbagai permasalahan umat melalui instrumen ekonomi syariah yang berkelanjutan.
Reporter: Baijuri
Editor: Aminudin

