Hidayatullahjatim.com – Pemuda Hidayatullah Bojonegoro menggelar agenda rutin Kajian Jum’at Malam bersama kader dan sumber daya manusia (SDM) Hidayatullah Bojonegoro di Bojonegoro. Dalam kajian yang mengusung tema “Akhlak Mulia Berawal dari Hati yang Bersih” tersebut, Ustadz Abdullah Ridho A. menegaskan bahwa perbaikan perilaku dan karakter seseorang tidak dapat dilepaskan dari kondisi batin serta kelurusan niat di hadapan Allah SWT.
Ustadz Abdullah Ridho menjelaskan bahwa kebersihan hati (qalbun salim) merupakan kunci utama lahirnya keikhlasan, kerendahan hati, dan tutur kata yang santun dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, perbaikan akhlak tidak cukup hanya dengan membenahi tindakan yang terlihat di luar, melainkan harus dimulai dari proses pembinaan jiwa atau tazkiyatun nafs.
“Perbaikan diri bukan pekerjaan sesaat, melainkan proses panjang yang memerlukan ilmu, latihan, evaluasi, dan pertolongan Allah. Hati yang bersih akan menggerakkan seseorang untuk berbuat baik secara tulus, sementara penyakit batin berpotensi merusak amal,” kata Ustaz Abdullah Ridho di Bojonegoro.
Dalam pemaparannya, Ustadz Abdullah Ridho menyoroti lima penyakit hati yang sering menjadi penghalang terbentuknya akhlak mulia, yaitu kesombongan (kibr), riya’, hasad (dengki), suuzan (prasangka buruk), serta kebencian dan dendam. Ia melandasi argumentasinya dengan merujuk pada Surah Asy-Syu’ara ayat 88–89 dan Surah Asy-Syams ayat 9–10, serta hadis riwayat Bukhari dan Muslim tentang segumpal daging yang menentukan baik buruknya seluruh tubuh.
Ia menambahkan, kesombongan kerap kali muncul ketika seseorang merasa lebih berilmu atau berpengalaman sehingga enggan menerima nasihat. Sementara itu, sikap riya’ dan hasad dapat menggerogoti ketulusan beramal dan merusak hubungan antarmanusia di lingkungan sosial maupun organisasi.
“Kemuliaan seseorang di sisi Allah tidak ditentukan oleh jabatan, kekayaan, atau popularitas, melainkan oleh ketakwaan. Karena itu, keteladanan harus dimulai dari diri sendiri, terutama bagi para pendidik, orang tua, dan pengurus lembaga,” ujar Ustadz Abdullah Ridho.
Apresiasi Dewan Murabbi Wilayah Hidayatullah Jawa Timur
Kegiatan pembinaan karakter dan mentalitas kader ini mendapat perhatian positif dari pengurus tingkat wilayah. Ketua DMW Hidayatullah Jawa Timur, Ustadz Muhammad Juweni, menyampaikan apresiasinya atas konsistensi penyelenggaraan kajian spiritual bagi para pemuda dan kader di daerah.
“Kami menyambut baik dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemuda Hidayatullah Bojonegoro yang secara rutin menyelenggarakan kajian pembinaan hati ini. Penguatan tazkiyatun nafs adalah pondasi utama dalam mencetak SDM dan kader dakwah yang tangguh, berakhlak mulia, serta siap memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” kata Ustaz Muhammad Juweni.
Melalui momentum kajian ini, para peserta diharapkan dapat menerapkan kebiasaan rutin untuk menjaga kebersihan hati, seperti memperkuat interaksi dengan Al-Qur’an, melakukan muhasabah harian, membiasakan amal tersembunyi, serta menjaga lisan dalam berinteraksi sesama kader maupun masyarakat luas.
Kontributor: Afif
Editor: Aminudin
