hidayatullahjatim.com — Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Jawa Timur turut mengambil peran aktif sebagai bagian dari jajaran pelaksana dalam menyukseskan acara “Forum Silaturrahim dan Konsolidasi Ormas Islam Jawa Timur”. Kegiatan strategis ini diselenggarakan oleh Komisi Ukhuwwah Islamiyah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur pada Sabtu, 10 Oktober 2026, bertempat di Aula Universitas Noor Huda Mustofa, Jl. RE Martadinata No. 45, Mlajah, Bangkalan.
Mengusung tema “Memahami Perbedaan Manhaj Antar Ormas Islam Untuk Mencari Titik Temu Ukhuwwah Islamiyah di Jawa Timur”, forum ini dihadiri oleh para tokoh dan pengurus pimpinan ormas Islam dari berbagai latar belakang di wilayah Jawa Timur.
Sekretaris DPW Hidayatullah Jawa Timur yang juga menjabat sebagai Anggota Komisi Ukhuwwah MUI Jawa Timur, Muh Idris, menyampaikan bahwa keterlibatan aktif DPW Hidayatullah Jatim dalam kepengurusan dan pelaksanaan acara ini merupakan wujud komitmen nyata untuk merawat persatuan umat. Menurutnya, pemahaman yang komprehensif terhadap perbedaan manhaj (metodologi pemahaman keagamaan) antar-ormas Islam sangat krusial guna menemukan titik temu (kalimah sawa’) dalam bingkai persaudaraan Islam.
“Konsolidasi dan silaturrahim semacam ini menjadi momentum penting bagi kita semua di Jawa Timur untuk saling mengenal, memahami, serta merajut ukhuwah di tengah keragaman corak ormas Islam, sehingga tercipta keharmonisan yang kokoh di akar rumput maupun di tingkat pimpinan,” ujar Muh Idris di sela-sela kegiatan.
Acara yang berlangsung khidmat ini diawali dengan laporan dan sambutan dari Ketua Komisi Ukhuwah MUI Jawa Timur selaku penanggung jawab acara, Dr. H. Mufi Imron Rosyadi, M.E.I. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan:
“Forum ini sengaja kami inisiasi sebagai ikhtiar bersama untuk menjembatani dan menyamakan frekuensi antar-ormas Islam di Jawa Timur. Perbedaan manhaj adalah keniscayaan, namun ukhuwah dan persatuan umat jauh lebih utama untuk dijaga bersama demi kemaslahatan masyarakat luas.”
Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dan pengarahan dari Pembina Komisi Ukhuwah sekaligus mewakili Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Dr. KH. Akhmad Jazuli, S.H., M.Si, yang secara resmi membuka jalannya forum. Dalam arahannya, beliau mengungkapkan:
“Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyambut baik dan mengapresiasi terselenggaranya konsolidasi ini. Sinergi antara ulama, umara, dan berbagai ormas Islam di Jatim merupakan kunci utama dalam menjaga kondusivitas, stabilitas sosial, serta kedamaian di tengah masyarakat.”
Memasuki sesi utama, forum ini menghadirkan narasumber tunggal, yaitu Dr. KH. Abdullah Syamsul Arifin, M.H.I. Dalam pemaparannya, beliau mengupas secara mendalam bagaimana mengelola perbedaan pandangan dan metode keagamaan secara bijak:
“Perbedaan metode atau manhaj dalam memahami ajaran Islam tidak boleh menjadi jurang pemisah di antara kita. Titik temu ukhuwah islamiyah dapat ditemukan manakala kita mengedepankan sikap tasamuh (toleransi), saling menghormati, serta fokus pada nilai-nilai universal Islam yang Rahmatan lil ‘Alamin.”
Rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak pagi hari ini ditutup dengan sesi dialog interaktif, penyerahan pandangan konstruktif antar-tokoh ormas, serta komitmen bersama untuk terus menjaga ukhuwah islamiyah, wathaniyah, dan basyariyah demi kemaslahatan masyarakat Jawa Timur.