SURABAYA (hidayatullahjatim.com) — Sekretaris Wilayah (Sekwil) DPW Hidayatullah Jawa Timur, Muh Idris, menghadiri Rapat Koordinasi Komisi Ukhuwah Islamiyah MUI Jawa Timur bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Rabu (26/8/2026).
Rakor yang berlangsung di Kantor Bakesbangpol Jawa Timur tersebut membahas sinergi program keumatan antara Komisi Ukhuwah Islamiyah MUI Jawa Timur dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Pertemuan tersebut dihadiri Ketua Bakesbangpol Jawa Timur Eddy Supriyanto, S.STP., M.PSDM, Ketua Komisi Ukhuwah Islamiyah MUI Jawa Timur Dr. H. Mufi Imron Rosyadi, M.E.I., serta perwakilan Dinas Pendidikan, Dinas Koperasi, Biro Kesra, Kwarda, BPPD, Dinas Sosial, Dispora, dan Kementerian Agama.
Bagi DPW Hidayatullah Jawa Timur, forum tersebut menjadi ruang strategis untuk memperkuat kontribusi ormas Islam dalam pembangunan kehidupan keagamaan dan sosial kemasyarakatan di Jawa Timur.
Muh Idris diketahui merupakan anggota Komisi Ukhuwah Islamiyah MUI Jawa Timur. Keikutsertaan Hidayatullah dalam forum tersebut menjadi bagian dari upaya mengambil peran dalam kehidupan umat sekaligus menjalankan jati diri Hidayatullah sebagai bagian dari kaum muslimin.
“Keikutsertaan Hidayatullah di MUI merupakan bagian dari pelaksanaan jati diri Hidayatullah sebagai bagian dari kaum muslimin. Karena itu, kehadiran kita diharapkan tidak sekadar formal, tetapi memberikan kontribusi nyata bagi penguatan ukhuwah dan kemaslahatan umat,” ujar Muh Idris.
Sinergikan Program Keumatan
Dalam rakor tersebut dibahas sejumlah program yang berpotensi disinergikan antara Komisi Ukhuwah Islamiyah MUI Jawa Timur, ormas Islam, dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Di antaranya Forum Ormas Islam, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama, Kemah Pemuda dan Remaja Muslim, serta lomba-lomba keislaman antarormas Islam.
Ketua Komisi Ukhuwah Islamiyah MUI Jawa Timur, Dr. H. Mufi Imron Rosyadi, M.E.I., menekankan pentingnya membangun ruang bersama yang dapat mempertemukan berbagai unsur umat dengan pemerintah.
“Ukhuwah tidak cukup hanya dibicarakan, tetapi harus diwujudkan dalam program dan kerja bersama. Karena itu, sinergi dengan pemerintah dan ormas Islam menjadi penting agar program-program keumatan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Mufi Imron Rosyadi.
Menurutnya, keterlibatan berbagai unsur pemerintah dalam program keumatan juga membuka peluang lebih luas untuk membangun komunikasi dan kolaborasi yang berkelanjutan.
Hal senada disampaikan Ketua Bakesbangpol Jawa Timur Eddy Supriyanto, S.STP., M.PSDM. Menurutnya, komunikasi dan sinergi antara pemerintah dengan organisasi kemasyarakatan merupakan bagian penting dalam menjaga kondusivitas sekaligus memperkuat pembangunan sosial kemasyarakatan.
“Pemerintah tentu tidak bisa berjalan sendiri. Sinergi dengan MUI, ormas Islam, tokoh agama, dan tokoh masyarakat sangat penting untuk bersama-sama membangun Jawa Timur, khususnya dalam penguatan kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat,” kata Eddy Supriyanto.
Bukti Baiknya Hubungan Ulama dan Umara
DPW Hidayatullah Jawa Timur melihat keterlibatan sejumlah OPD dalam forum tersebut sebagai momentum positif untuk memperkuat hubungan antara ulama dan umara.
Kehadiran pemerintah dalam agenda yang dirancang oleh Komisi Ukhuwah MUI menunjukkan adanya ruang kolaborasi yang terbuka antara kekuatan keagamaan di tengah masyarakat dengan pemerintah.
Muh Idris mengatakan, hubungan tersebut perlu terus dibangun melalui komunikasi dan kerja bersama yang konkret.
“Kami berharap sinergi seperti ini terus berkembang. Ulama dan umara memiliki peran yang berbeda, tetapi dapat dipertemukan dalam satu orientasi, yaitu menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat,” tuturnya.
Bagi Hidayatullah, keterlibatan dalam MUI juga menjadi bagian dari khidmat organisasi dalam kehidupan umat. Hidayatullah tidak menempatkan dirinya sebagai entitas yang berdiri di luar masyarakat Muslim, tetapi sebagai bagian dari kaum muslimin yang memiliki tanggung jawab untuk ikut membangun ukhuwah dan kemaslahatan.
Karena itu, keterlibatan kader Hidayatullah dalam berbagai ruang strategis keumatan diharapkan dapat semakin memperluas kontribusi organisasi, baik dalam bidang dakwah, pendidikan, kepemudaan, sosial maupun penguatan ukhuwah Islamiyah.
Rakor tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi lahirnya kolaborasi yang lebih konkret antara MUI, ormas Islam, tokoh masyarakat, dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
“Yang paling penting adalah bagaimana komunikasi ini berlanjut menjadi kerja nyata. Hidayatullah siap mengambil bagian dalam program-program yang bertujuan memperkuat ukhuwah dan memberikan kemanfaatan bagi umat,” pungkas Muh Idris.
editor : Aminuddin
