Hidayatullahjatim.com – Kegiatan keagamaan di Masjid Abdullah Faqih, Kelurahan Kepatihan, Bojonegoro, pada Senin (26/10/2026), dikemas secara unik melalui rangkaian Kajian Senin Malam yang dilanjutkan dengan tradisi “Jagongan” guna memperkuat keimanan serta kerukunan antarwarga perkotaan.

Acara yang diinisiasi oleh pengurus masjid binaan Hidayatullah tersebut menghadirkan Ust. Abdullah Ridho, Ketua Departemen Perkaderan DPW Hidayatullah Jawa Timur, sebagai narasumber utama. Kawasan Kelurahan Kepatihan sendiri dikenal sebagai ruang kreatif masyarakat urban yang dihuni oleh berbagai kalangan seniman, sehingga pendekatan dakwah yang membumi dinilai krusial untuk merangkul seluruh elemen sosial.
Dalam pemaparannya, Ust. Abdullah Ridho mengangkat tema “Shalat yang Mengubah Perilaku”. Ia menegaskan bahwa ibadah shalat tidak boleh sekadar dipahami sebagai ritual harian yang gugur kewajibannya, melainkan harus merefleksikan akhlak mulia dalam kehidupan sosial bermasyarakat.
“Shalat mencegah perbuatan keji dan mungkar. Kualitas shalat perlu tercermin dalam kemampuan seseorang menjaga diri dari perilaku buruk dan tindakan yang merugikan orang lain,” kata Ust. Abdullah Ridho di Masjid Abdullah Faqih, Kelurahan Kepatihan, Bojonegoro, Senin malam.
Selain pencegahan kemungkaran, ia juga menyoroti pentingnya shalat sebagai sarana melatih pengendalian diri, menumbuhkan kedisiplinan, serta membangun kerendahan hati. Menurutnya, setiap Muslim dianjurkan untuk senantiasa melakukan evaluasi diri guna memastikan ibadah yang dikerjakan membawa dampak positif terhadap hubungan dengan sesama manusia.
Usai sesi kajian formal, kegiatan berlanjut ke kediaman Bapak Sutikno Adi Pranoto, Ketua Takmir Masjid Abdullah Faqih sekaligus tokoh masyarakat setempat, dalam balutan acara “Jagongan” bertajuk Ngaji Urip, Guyup Rukun. Suasana kekeluargaan tampak mendominasi ruang pertemuan tersebut sebagai wadah silaturahmi dan dialog terbuka antara dai, pengurus, serta warga sekitar.
Merawat Kerukunan dan Kehangatan Lingkungan Urban
Menanggapi kegiatan tersebut, Bapak Sutikno Adi Pranoto menyampaikan apresiasi mendalam atas antusiasme warga yang turut serta dalam rangkaian acara positif ini. Ia menilai bahwa kolaborasi antara dakwah keagamaan dan tradisi kebersamaan mampu menghidupkan fungsi masjid secara optimal di tengah dinamika masyarakat perkotaan.
“Alhamdulillah, kegiatan seperti ini sangat baik karena tidak hanya menambah ilmu agama, tetapi juga mempererat silaturahmi antarwarga. Harapannya, kebersamaan seperti ini terus terjaga sehingga masjid semakin hidup dan masyarakat dapat terus membangun lingkungan yang guyup, rukun, serta saling mendukung dalam kebaikan,” ungkap Bapak Sutikno Adi Pranoto di kediamannya, Bojonegoro, Senin malam.
Melalui sinergi antara kajian mendalam dan pendekatan sosial melalui “Jagongan”, Masjid Abdullah Faqih diharapkan terus konsisten menjadi pusat pembinaan keagamaan. Hal ini sekaligus membuktikan bahwa dakwah Islam dapat berjalan selaras dengan kehangatan relasi sosial dan kerja nyata dalam merawat kemaslahatan bersama di Bojonegoro.
Kontributor: Afif
Editor: Aminudin
