Hidayatullahjatim.com – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah Kota Mojokerto menggelar kegiatan edukatif olahraga berkuda bersama puluhan santriwati dari Pondok Pesantren Darul Hijrah 10 Putri Kota Mojokerto pada Selasa (27/10/2026). Langkah ini dihadirkan sebagai wujud nyata penguatan karakter generasi muda Islam melalui pemaknaan olahraga sunahkan Nabi Muhammad SAW yang sarat akan nilai kepemimpinan, kedisiplinan, dan semangat jihad.
Suasana di area pelatihan terasa penuh antusiasme saat para santriwati berkesempatan berinteraksi langsung dengan kuda-kuda tunggangan. Kegiatan outdoor ini dirancang khusus untuk memberikan pengalaman belajar yang komprehensif, mengintegrasikan antara ketangkasan fisik, pembentukan mental tangguh, dan nilai spiritualitas keislaman.
Ketua DPD Hidayatullah Kota Mojokerto menyampaikan bahwa pemilihan olahraga berkuda bukan semata-mata untuk rekreasi, melainkan sebuah metode pendidikan karakter yang mendalam. Dalam tradisi Islam, berkuda memiliki filosofi penting dalam melatih ketenangan emosional serta keberanian seorang Muslim dalam menghadapi tantangan.
“Olahraga berkuda mengajarkan santriwati bagaimana cara mengendalikan diri sebelum mengendalikan pihak lain. Interaksi dengan kuda menuntut ketenangan emosi, ketegasan, sekaligus empati yang tinggi. Inilah fondasi utama dalam membentuk jiwa kepemimpinan yang berkarakter dan berakhlak mulia sejak dini,” ujar ustadz Ahmad Fauzi, Ketua DPD Hidayatullah Kota Mojokerto.
Ia menekankan bahwa konteks ‘jihad’ yang diusung dalam kegiatan ini diterjemahkan sebagai kesungguhan jiwa (mujahadah) santriwati dalam menuntut ilmu, mengikis rasa takut, dan berjuang memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat di masa depan.
Lebih lanjut, program pembiasaan olahraga sunah ini diharapkan dapat menjadi momentum pembuktian bahwa santriwati memiliki ruang yang luas untuk tumbuh menjadi pribadi yang berani, mandiri, dan berwawasan luas tanpa kehilangan jati diri keislamannya.
Inisiatif positif yang digagas oleh pengurus daerah ini pun mendapatkan apresiasi setinggi-tingginya dari tingkat pimpinan wilayah. Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Jawa Timur, Ustadz Amun Rowie, memberikan pujian atas komitmen DPD Kota Mojokerto dalam menghidupkan tradisi keislaman yang berkemajuan.
Apresiasi Wilayah dan Penguatan Jiwa Leadership Santriwati
Ustadz Amun Rowie menegaskan bahwa integrasi antara nilai sunah dan pendidikan kepemimpinan merupakan langkah strategis untuk mencetak generasi penerus bangsa yang utuh secara intelektual maupun spiritual.
“Kami memberikan apresiasi mendalam kepada DPD Hidayatullah Kota Mojokerto dan Pesantren Darul Hijrah 10 Putri. Olahraga berkuda ini bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan sarana penggemblengan jiwa yang efektif. Menghidupkan sunah Rasulullah SAW di era modern seperti ini adalah bentuk perjuangan nyata untuk membentuk kepribadian santriwati yang tangguh, siap memimpin, dan pantang menyerah,” kata Ketua DPW Hidayatullah Jawa Timur, Ustadz Amun Rowie.
Pihak pengelola Pesantren Darul Hijrah 10 Putri Kota Mojokerto beserta para wali santri turut memberikan respon hangat atas terselenggaranya acara ini. Didampingi oleh para instruktur profesional, para santriwati diajarkan teknik dasar menunggangi kuda, menjaga keseimbangan tubuh, hingga membaca gestur dan membangun ikatan batin dengan hewan tunggangan mereka.
Ke depan, DPD Hidayatullah Kota Mojokerto berkomitmen untuk menjadikan program olahraga sunah ini sebagai agenda berkala yang berkelanjutan. Diharapkan langkah inspiratif ini dapat menular ke berbagai lembaga pendidikan Islam lainnya di Jawa Timur, guna melahirkan generasi muda santri yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki mental kepemimpinan yang siap mengabdi bagi agama dan bangsa.
Editor: Aminudin
