Hidayatullahjatim.com – Sebanyak 51 kader Hidayatullah Rayon Bojonegoro berkumpul di Panceng, Gresik, pada Sabtu hingga Minggu, 26–27 September 2026. Mereka mengikuti agenda strategis Majelis Murobbi Rayon (MMR) yang difokuskan pada penguatan kapasitas spiritual dan manajerial organisasi dalam merespons dinamika perkembangan zaman. Konsolidasi kader yang terstruktur dan adaptif ini mendapat apresiasi tinggi dari jajaran Pengurus Wilayah Hidayatullah Jawa Timur.
Ketua Departemen Perkaderan Hidayatullah Jawa Timur, Ustadz Abdullah Ridho, menegaskan bahwa MMR menduduki posisi vital sebagai fondasi utama dalam menjaga kesinambungan arah perkaderan lembaga. Peran seorang murobbi saat ini dituntut untuk terus berkembang mengikuti tantangan zaman.
“MMR ini adalah jantung dari kesinambungan perkaderan kita. Murobbi hari ini dituntut tidak sekadar hadir, tetapi harus unggul secara spiritual dan produktif secara karya,” kata Ustadz Abdullah Ridho.
Puluhan peserta yang hadir dalam forum tersebut merupakan utusan dari tujuh daerah di bawah koordinasi Rayon Bojonegoro. Berdasarkan data panitia, utusan terbanyak berasal dari Bojonegoro dengan 13 peserta, disusul Tuban 10 peserta, Gresik 8 peserta, Kota Mojokerto 6 peserta, Kabupaten Mojokerto 5 peserta, Jombang 5 peserta, serta Lamongan sebanyak 4 peserta.
Selama dua hari pelaksanaan, seluruh kader dibekali dengan pendalaman materi keislaman melalui pembinaan Syakhshiyah Islamiyah dan Tafsir Al-Qur’an. Pemateri kajian, Ustadz Muhammad Syuhud, menyoroti pentingnya konsistensi dalam menjalankan dakwah serta kepekaan terhadap kondisi sosial di masyarakat.
“Beratnya konsekuensi moral dari pengabaian terhadap shalat dan kepedulian sosial menjadi alarm keras bagi para pendidik umat agar senantiasa istiqomah menjaga amanah dakwah,” ujar Ustadz Muhammad Syuhud di Panceng, Gresik, Sabtu malam (26/9/2026).
Rangkaian agenda diawali pada Sabtu malam pukul 19.30–21.00 WIB dengan Kajian Syakhshiyah Islamiyah (SW) yang membedah Surah Al-Muzzammil ayat 20 dan Surah Al-Muddassir mengenai peringatan tentang penghuni neraka Saqar bersama Ustadz Muhammad Syuhud. Kegiatan malam dilanjutkan pada pukul 21.00–22.00 WIB dengan acara bakar ikan bersama guna mempererat ukhuwah dan keakraban antarpeserta.
Penguatan Spiritual dan Digitalisasi Organisasi
Memasuki hari kedua pada Minggu dini hari pukul 02.30–04.30 WIB, seluruh peserta melaksanakan ibadah qiyamullail dan salat Subuh berjemaah sebagai bentuk pembinaan spiritual malam. Agenda dilanjutkan pukul 05.00–07.00 WIB dengan Kajian SW yang mengupas keterkaitan antara Surah Al-‘Alaq dan Surah Al-Qalam yang kembali dipandu oleh Ustadz Muhammad Syuhud.
Guna menyegarkan kondisi fisik dan mental kader, panitia menggelar rihlah ke Pantai Dalegan, Gresik, pada pukul 08.00–09.00 WIB. Usai kegiatan di luar ruangan, para peserta kembali menerima materi kajian Tafsir As-Sa’di yang membedah Surah Al-Baqarah ayat 154–155 bersama Ustadz Masduki pada pukul 10.00–11.00 WIB.
Seluruh rangkaian acara ditutup pada pukul 11.00–11.30 WIB melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Aplikasi Digital Organisasi dan Evaluasi Program Rayon yang dipandu oleh Ustadz Muflih. Pelatihan teknologi ini menjadi pijakan penting Hidayatullah Jatim dalam mendorong tata kelola dakwah yang transparan, cepat, dan terukur berbasis sistem digital.
Reporter: Lajianto
Editor: Aminudin
