Hidayatullahjatim.com – Majelis Murobbi Rayon Kediri kembali menguatkan konsolidasi dan kapasitas para anggotanya melalui serangkaian agenda pembinaan intensif. Kegiatan spiritual dan manajerial yang diselenggarakan di Kediri tersebut menghadirkan tiga pilar keilmuan utama, meliputi penanaman aqidah, penguatan spirit perjuangan organisasi, hingga bimbingan teknis tata kelola kepengurusan.
Rangkaian acara diawali dengan Kajian Marhalah Wusto yang disampaikan oleh Ustadz Hebni Syarif. Mengangkat materi strategis tentang 60 Jadwal Bayani pada bab Ahlussunnah wal Jamaah, Ustadz Hebni menekankan pentingnya kader memiliki pemahaman keislaman yang lurus, moderat, dan berakar kuat pada tradisi keilmuan para ulama salaf.
Semangat para peserta makin terpacu saat memasuki Kajian Subuh bersama Ustadz Abdul Halim. Dalam pencerahannya, beliau membakar semangat juang jamaah agar senantiasa merawat keikhlasan dan konsistensi di dalam medan dakwah organisasi. Menurutnya, organisasi bukan sekadar wadah berkumpul, melainkan sarana perjuangan untuk melahirkan kemaslahatan yang lebih luas bagi masyarakat.
Guna mengimbangi keilmuan syariat dan pemikiran dengan kemampuan manajerial yang solid, agenda dilanjutkan dengan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengurus DPD yang dipandu langsung oleh Ustadz Abdullah Ridhoi. Pelatihan ini difokuskan pada peningkatan profesionalisme, tata kelola keorganisasian yang transparan, serta efektivitas program kerja di tingkat daerah.
Apresiasi Pimpinan Wilayah dan Harapan Organisasi
Rangkaian kegiatan ini mendapat apresiasi mendalam dari pimpinan wilayah. Ketua Dewan Murobbi Wilayah (DMW) Hidayatullah Jawa Timur, Ustadz Muhammad Juweni, menyampaikan rasa syukur dan rasa bangganya atas kesungguhan Majelis Murobbi Rayon Kediri dalam menjaga ritme pembinaan kader.
“Apresiasi setinggi-tingginya untuk Majelis Murobbi Rayon Kediri. Kombinasi antara penguatan aqidah Ahlussunnah wal Jamaah, penyalaan spirit perjuangan, serta peningkatan kapasitas manajerial kepengurusan adalah formula lengkap untuk mencetak kader pembawa perubahan yang tangguh dan amanah,” ujar Ustadz Muhammad Juweni di Kediri, Jawa Timur.
Melalui kegiatan ini, Majelis Murobbi Rayon Kediri berharap seluruh peserta dapat membawa pulang ilmu dan semangat baru untuk diterapkan di wilayah kepengurusan masing-masing, sekaligus menginspirasi masyarakat luas melalui aksi nyata dakwah yang inklusif dan mencerahkan. Sebagai wadah pembinaan, pengkaderan, dan penguatan keilmuan Islam, Majelis Murobbi terus berfokus pada pembentukan karakter kader yang berpengetahuan, berakhlak mulia, serta berkontribusi aktif dalam pembangunan umat dan bangsa.
Reporter: Suryanto
Editor: Aminudin
