hidayatullahjatim.com — Menghidupkan semangat ukhuwah Islamiyah sekaligus menebar kepedulian nyata di akar rumput, Pimpinan Daerah (PD) Muslimat Hidayatullah (Mushida) Sidoarjo berkolaborasi dengan PD Mushida Gresik sukses menggelar rangkaian acara Hari Solidaritas Jilbab se-Dunia (HSJD) dan Bakti Sosial (Baksos), yang dirangkai dengan silaturrahim serta taddabur alam di kawasan Bromo, Ahad (13/9/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di Pondok Pesantren Hidayatullah Putra Bromo ini berlangsung khidmat dan penuh kehangatan. Hadir dalam kesempatan tersebut jajaran pengurus pesantren serta puluhan masyarakat mualaf binaan Bromo yang antusias mengikuti jalannya acara.
Ketua PD Mushida Sidoarjo dalam pemaparannya sebagai narasumber menekankan bahwa kewajiban mengenakan jilbab bagi seorang perempuan muslimah bukan sekadar pilihan busana atau tradisi sosial, melainkan wujud ketaatan mutlak kepada Sang Pencipta.
“Jilbab adalah identitas mulia seorang muslimah sekaligus pilar kehormatan. Melalui momentum Hari Solidaritas Jilbab se-Dunia ini, kami ingin merangkul para saudari kita untuk bersama-sama merasakan kemuliaan tersebut,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa aksi bakti sosial yang diselenggarakan merupakan bentuk manifestasi rasa cinta, kepedulian, dan dukungan moral. “Semoga bantuan yang diberikan ini dapat membawa manfaat luas serta menghadirkan keberkahan bagi kita semua,” imbuhnya.
Kepedulian Konkret untuk Mualaf
Kesuksesan acara mulia ini terselenggara berkat dukungan penuh pendanaan dari Pengurus Daerah (DPD) Sidoarjo Dan Gresik serta sinergi bersama Baitul Maal Hidayatullah (BMH). Bantuan yang disalurkan mencakup ratusan jilbab, pakaian layak pakai, Al-Qur’an, beras, hingga paket makanan ringan (snack) yang langsung dibagikan kepada para mualaf dan warga prasejahtera di sekitar pesantren.
Kehadiran rombongan relawan disambut penuh syukur oleh pihak pengurus pondok pesantren. Selaku tuan rumah, pihak Ponpes Hidayatullah menyampaikan apresiasi mendalam kepada PD Mushida Sidoarjo dan Gresik.
“Para mualaf di sini selain membutuhkan sentuhan rohani, tentu sangat memerlukan dukungan dari segi kebutuhan sehari-hari. Dengan adanya kegiatan ini, ukhuwah kita semakin erat. Warga sangat senang dan berharap kegiatan semacam ini bisa rutin diadakan di lain waktu,” ungkap perwakilan pengurus pesantren.
Hal senada diungkapkan oleh salah seorang mualaf penerima manfaat. Dengan raut wajah penuh haru, ia mengaku sama sekali tidak menyangka akan dikunjungi orang-orang dari jauh yang datang membawa banyak jilbab dan pakaian yang sangat mereka butuhkan. “Semoga kebaikan ini dibalas oleh Allah SWT dan ada kelanjutan acara serupa di kemudian hari,” tuturnya.
Apresiasi Tinggi dari DPW Hidayatullah Jawa Timur
Langkah progresif dan penuh empati yang digagas oleh kaum ibu Hidayatullah ini mendapat apresiasi tinggi dari Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Jawa Timur, Ustadz Amun Rowie. Menurutnya, gerakan dakwah sosial dan edukasi identitas keislaman seperti ini merupakan wujud nyata kehadiran organisasi di tengah problem riil masyarakat.
“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada PD Mushida Sidoarjo, PD Mushida Gresik, serta dukungan penuh dari BMH. Ini membuktikan bahwa dakwah tidak hanya menyapa ruang-ruang spiritual melalui syiar jilbab dan Al-Qur’an, tetapi juga hadir secara solutif menjawab kebutuhan dasar masyarakat, khususnya saudara-saudara mualaf kita di Bromo,” tegas Ustadz Amun Rowie.
Melalui sinergi lintas daerah ini, diharapkan syiar Islam semakin membumi, memperkuat ketahanan akidah para mualaf, sekaligus merajut solidaritas sosial yang berkelanjutan di Jawa Timur.
Reporter: Sauma
Editor: Aminudin
