Percepat Pertumbuhan Kader, Hidayatullah Sidoarjo Bagi Halaqah Wustho Jadi Dua Wilayah

Percepat Pertumbuhan Kader, Hidayatullah Sidoarjo Bagi Halaqah Wustho Jadi Dua Wilayah

SIDOARJO (hidayatullahjatim.com) โ€“ Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah Sidoarjo terus menancapkan komitmennya dalam memperkuat lini kaderisasi. Strategi baru pun diterapkan. Program pembinaan Halaqah Wustho kini resmi dipecah menjadi dua wilayah: Sidoarjo Utara dan Sidoarjo Selatan.

Langkah taktis ini diambil untuk mendongkrak efektivitas pembinaan sekaligus mempermudah mobilisasi para kader. Program rutin yang dilaksanakan dua kali dalam sepekan ini digelar dengan sistem tuan rumah bergantian di masing-masing wilayah.

Untuk memastikan kualitas pembinaan, DPD Hidayatullah Sidoarjo menerjunkan mentor-mentor berpengalaman. Wilayah Sidoarjo Utara berada di bawah bimbingan Ustadz Bahrul Ulum, sementara wilayah Sidoarjo Selatan dibimbing oleh Ustadz Nur Fuad.

Kepala Departemen Perkaderan DPD Hidayatullah Sidoarjo Ustadz Nurul Huda menyatakan, pemekaran wilayah halaqah ini merupakan ikhtiar strategis untuk mendekatkan akses pembinaan kepada konstituen.

“Dengan wilayah yang lebih dekat, interaksi antara murabbi (pembimbing) dan kader bisa jauh lebih intens. Muaranya, pembentukan karakter serta pemahaman manhaj dapat berjalan lebih optimal,” ujar Nurul Huda.

Langkah taktis pengurus daerah ini pun mendapat respons positif dari tingkat wilayah. Ketua Departemen Perkaderan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Jawa Timur Ustadz Abdullah Ridho memberikan apresiasi tinggi atas terobosan yang dilakukan DPD Sidoarjo. Menurutnya, Sidoarjo berhasil menerjemahkan arah kebijakan wilayah ke dalam program kerja yang konkret dan inovatif.

“Kami sangat mengapresiasi langkah DPD Hidayatullah Sidoarjo. Pembagian wilayah halaqah ini adalah manajemen taktis yang sangat bagus untuk mengurai kendala geografis dan efisiensi waktu para kader. Sidoarjo bisa menjadi percontohan bagi daerah lain di Jawa Timur dalam hal akselerasi perkaderan tingkat menengah,” puji Abdullah Ridho.

Sasar Generasi Muda dan Wawasan Global

Nurul Huda menambahkan, pembagian ini juga menjadi akselerasi DPD Hidayatullah Sidoarjo dalam mencetak kader tingkat wustho (menengah) baru, terutama dari ceruk generasi muda. Kelompok ini dinilai memiliki energi besar untuk berkontribusi dalam dunia dakwah.

“Kami ingin halaqah ini menjadi ruang tumbuh bagi kader-kader muda. Semakin banyak kader wustho yang lahir, semakin kuat pula fondasi dakwah dan perjuangan ke depan,” imbuhnya.

Rangkaian Kurikulum Pembinaan

Dalam setiap pertemuannya, Halaqah Wustho menerapkan kurikulum yang komprehensif, antara lain:

  • Sesi Spiritual: Diawali dengan tilawah Al-Qur’an dan tarjamah lafdhiyah (terjemahan per kata).

  • Penguatan Ideologi: Pendalaman materi Jati Diri Hidayatullah sebagai fondasi manhaj perjuangan.

  • Wawasan Kontemporer: Eksplorasi dinamika dunia Islam global agar kader responsif terhadap isu kemasyarakatan modern.

Jalanya halaqah berlangsung interaktif dan penuh kekeluargaan. Para kader tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga aktif berdiskusi dan bertukar pengalaman dakwah di lapangan.

Melalui manajemen pembinaan yang makin tertata ini, DPD Hidayatullah Sidoarjo optimistis mampu melahirkan inkubator kader yang tangguh, berwawasan luas, dan berkomitmen tinggi pada pelayanan umat.

“Kader yang kuat lahir dari pembinaan yang berkelanjutan. Pembinaan yang baik akan melahirkan generasi penerus perjuangan yang tangguh,” pungkas Nurul Huda.

Reporter: Syahri Sauma

Editor: Aminudin

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *