hidayatulahjatim.com — Pengurus Wilayah (PW) Muslimah Hidayatullah (Mushida) Jawa Timur mengutus 8 orang delegasi terbaiknya untuk mengikuti Musyawarah Nasional (Munas) VI Muslimat Hidayatullah yang diselenggarakan di Jakarta pada 27–29 November 2025. Ajang nasional ini menjadi momentum strategis bagi kader muslimah dari seluruh Indonesia untuk memperkuat gerakan dakwah, pendidikan keluarga, dan pemberdayaan perempuan Muslim.
Pembukaan di Gedung DPR RI: Capaian Besar Panitia Munas
Rangkaian Munas dibuka secara resmi di Gedung DPR RI, sebuah capaian prestisius yang langsung menuai apresiasi para peserta. Ruang sidang tampak penuh dengan delegasi dari berbagai provinsi yang mengenakan busana hijau khas Mushida. Suasana berlangsung khidmat dan tertib, sementara layar utama menampilkan rangkaian agenda pembukaan serta sambutan dari pimpinan pusat yang menandai dimulainya Munas VI.
Keberhasilan panitia menghadirkan pembukaan di salah satu gedung negara paling bergengsi ini menjadi bukti solidnya jejaring kelembagaan yang dibangun oleh Mushida, sekaligus menambah gengsi pelaksanaan Munas tahun ini.
Tema Munas: Meneguhkan Peran Muslimah dalam Ketahanan Keluarga
Munas VI mengusung tema “Meneguhkan Peran Muslimah Dalam Membangun Ketahanan Keluarga Menuju Indonesia Emas.” Tema ini dinilai sangat tepat dan relevan, terlebih di tengah tantangan digitalisasi, perubahan pola interaksi sosial, dan tantangan moral yang dihadapi keluarga-keluarga Muslim.
Ketua PW Mushida Jawa Timur, Retno Setyo Utami, menegaskan pentingnya peran muslimah dalam mengokohkan fondasi kehidupan keluarga.
“Tema Munas VI ini sangat relevan dengan kebutuhan umat hari ini. Ketahanan keluarga adalah fondasi utama terbentuknya masyarakat yang kuat dan beradab. Mushida Jawa Timur berkomitmen memperkuat peran muslimah agar mampu menjadi pilar keluarga yang kokoh, cerdas, dan berdaya menuju Indonesia Emas,” ujar Retno.
Apresiasi Terhadap Penyelenggaraan Munas
Selain menyoroti tema, Retno juga memberikan apresiasi yang besar kepada panitia atas penyelenggaraan Munas yang dinilai berjalan sangat baik.
“Luar biasa pelayanannya. Panitianya hebat, banyak sponsorship yang mendukung. Bahkan bisa menembus Gedung MPR untuk pelaksanaan pembukaan Munas—suatu kebanggaan tersendiri bagi kami semua,” tambahnya.
Menurut Retno, kualitas pelayanan dan kesungguhan panitia menghadirkan layanan terbaik menunjukkan keseriusan Mushida dalam membangun citra organisasi yang profesional dan dipercaya publik.
PW Jatim Raih Dua Penghargaan Nasional
Dalam ajang Munas VI ini, PW Mushida Jawa Timur juga mencatatkan prestasi membanggakan. Delegasi Jatim berhasil meraih dua penghargaan nasional, yakni satu dari bidang PAUD dan satu dari bidang keputrian. Penghargaan di bidang PAUD menunjukkan kesungguhan Jawa Timur dalam mengembangkan kualitas pendidikan anak usia dini berbasis nilai-nilai Islam, sementara penghargaan dari bidang keputrian mencerminkan keberhasilan program pembinaan remaja muslimah yang selama ini konsisten dijalankan oleh Jatim. Kedua prestasi tersebut menjadi bukti nyata komitmen PW Mushida Jawa Timur dalam menghadirkan program-program unggulan yang berdampak luas bagi keluarga dan generasi muda.
Rangkaian Sidang di Hotel Grand Dafam Ancol
Setelah pembukaan di Gedung DPR RI, rangkaian agenda Munas VI dilanjutkan di Hotel Grand Dafam Ancol, Jakarta, yang menjadi pusat kegiatan selama dua hari berikutnya. Seluruh delegasi mengikuti sidang komisi, laporan pertanggungjawaban, penyusunan program nasional, serta pemilihan formatur baru yang akan memimpin Muslimat Hidayatullah untuk periode mendatang.
Delegasi dari Jawa Timur mengikuti seluruh agenda secara aktif dan memberikan kontribusi berupa gagasan strategis yang membawa aspirasi wilayah untuk disinergikan dengan program nasional.
Harapan untuk Penguatan Dakwah dan Ketahanan Keluarga
PW Mushida Jawa Timur berharap hasil Munas VI ini dapat memperkuat jaringan dakwah perempuan, meningkatkan kualitas pembinaan keluarga, serta memperluas program pemberdayaan muslimah di seluruh daerah. Dengan semangat kebersamaan dan prestasi yang berhasil diraih, Jatim optimis dapat terus berkontribusi secara nyata dalam membangun ketahanan keluarga Muslim menuju Indonesia Emas 2045. (sekretariat/mushida)

