Hidayatullahjatim.com – Jajaran manajemen MTs dan MA Integral Luqman Al Hakim Bojonegoro kembali memperkuat konsolidasi kelembagaan melalui Rapat Rutin Tim Management yang digelar pada Rabu (28/10/2026). Pertemuan yang dimulai pukul 13.00 WIB di kompleks lembaga pendidikan tersebut difokuskan pada penguatan disiplin, peningkatan tanggung jawab, serta pembentukan budaya kerja Islami yang bersumber langsung dari nilai-nilai Al-Qur’an.
Agenda rapat ini merupakan kelanjutan dari pembahasan strategis sebelumnya mengenai penguatan kepemimpinan Islam dan lima prinsip kekuatan umat sebagaimana yang tercantum dalam Surah Al-Anfal ayat 45–46. Dalam arahannya, Ketua Yayasan Ustadz Abdullah Ridho menegaskan bahwa tata kelola lembaga pendidikan modern harus berjalan seimbang antara sistem administrasi yang akuntabel dan kesadaran spiritual yang tinggi dari setiap pengelolanya.
“Keberhasilan pengelolaan lembaga pendidikan tidak cukup hanya ditopang oleh sistem manajemen yang baik, tetapi juga membutuhkan pribadi-pribadi yang memiliki integritas, kedisiplinan, dan tanggung jawab,” ujar Ustadz Abdullah Ridho.
Ustadz Abdullah Ridho menguraikan bahwa setiap tugas dan kewenangan di lingkungan madrasah bukan sekadar pekerjaan administratif, melainkan sebuah amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan di hadapan lembaga, masyarakat, dan Allah SWT. Prinsip tersebut merujuk pada pedoman normatif dalam Surah An-Nisa ayat 58 yang memerintahkan agar setiap amanah disampaikan kepada pihak yang berhak dengan penuh kejujuran, profesionalisme, dan kesungguhan.
Selain aspek integritas spiritual, rapat tersebut juga menyoroti urgensi penegakan disiplin kerja secara konsisten. Seluruh jajaran manajemen didorong untuk mematuhi standar operasional, menjaga komitmen terhadap kesepakatan bersama, serta membuka ruang komunikasi dan koordinasi yang efektif demi meminimalisasi hambatan operasional di lapangan.
Dinamika dan perbedaan karakteristik antarindividu di dalam organisasi dipandang sebagai sebuah keniscayaan yang harus dikelola secara bijak. Oleh karena itu, penguatan ukhuwah islamiyah dan budaya saling mengingatkan dalam kebaikan menjadi fondasi penting untuk meredam potensi gesekan serta menjaga keharmonisan tim kerja.
Langkah konsisten yang ditempuh oleh MTs dan MA Integral Luqman Al Hakim Bojonegoro ini mendapat sambutan dan apresiasi positif dari tingkat wilayah, mengingat pentingnya standarisasi mutu pengelolaan institusi pendidikan Islam terpadu di Jawa Timur.
Sinergi Lintas Sektoral untuk Optimalisasi Mutu Layanan Pendidikan
Ketua Departemen Pendidikan DPW Hidayatullah Jawa Timur, Ustadz Muhammad Solehan, turut memberikan pandangan serta apresiasi mendalam atas konsistensi manajemen madrasah dalam merumuskan arah kebijakan berbasis nilai-nilai Qurani. Menurutnya, penggabungan antara profesionalitas manajerial dan pendekatan spiritual merupakan kunci utama dalam melahirkan lembaga pendidikan yang berdaya saing tinggi.
“Kami mengapresiasi langkah progresif jajaran manajemen MTs dan MA Integral Luqman Al Hakim Bojonegoro yang secara konsisten mengintegrasikan nilai-nilai ilahiah ke dalam standar operasional budaya kerja profesional,” kata Ustadz Muhammad Solehan.
Ustadz Muhammad Solehan menambahkan bahwa sinergi yang kokoh antardepartemen dan unit kerja menjadi faktor penentu dalam memastikan seluruh program pembinaan santri, kegiatan belajar mengajar, serta pelayanan masyarakat dapat berjalan secara optimal, transparan, dan akuntabel.
Melalui serangkaian evaluasi dan penguatan dalam rapat rutin tersebut, manajemen MTs dan MA Integral Luqman Al Hakim Bojonegoro optimistis dapat terus mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul dalam pencapaian akademis dan tata kelola kelembagaan, tetapi juga memiliki keteladanan akhlak, integritas moral, serta ketakwaan yang kokoh di tengah dinamika zaman.
Kontributor: Afif
Editor: Aminudin
