KOTA MADIUN (hidayatullahjatim.com) – Waktu paruh sore menjelang akhir pekan sering kali menjadi momen yang melelahkan bagi sebagian besar pekerja dan masyarakat perkotaan. Namun, pemandangan berbeda tampak di sekretariat DPD Hidayatullah Kota Madiun. Puluhan jamaah dari berbagai penjuru berkumpul dengan satu tujuan: mencari ketenangan batin lewat “Kajian Rutin Jum’at Sore”. Kali ini, Ustadz Muhammad Juweni sebagai pematerinya, membawa sebuah tema yang seolah menjawab kegelisahan kolektif jamaah, yaitu “Islam Menyejukkan Hati”.
Bagi para jamaah yang mulai memadati ruangan, agenda berkala ini bukan sekadar rutinitas formalitas. Kehadiran majelis ilmu ini diakui menjadi ruang jeda spiritual yang sangat mereka butuhkan di tengah derasnya tekanan aktivitas keduniawian.
Salah seorang jamaah yang hadir mengungkapkan betapa materi yang disampaikan sore itu terasa sangat kontekstual menyentuh kondisi psikologis mereka. Saat Ustadz Muhammad Juweni mulai memaparkan bahwa Islam pada hakikatnya datang untuk membawa kedamaian dan menjadi penawar keresahan jiwa, suasana di dalam ruangan mendadak hening. Jamaah tampak menyimak dengan khidmat, beberapa di antaranya sibuk mencatat poin-poin penting dalam gawai dan buku catatan mereka.
“Kami merasakan sendiri bagaimana untaian nasihat yang disampaikan Ustadz Juweni benar-benar meresap ke dalam sanubari. Beliau mengingatkan kami bahwa obat dari segala kegundahan hidup ini sederhana, yaitu kembali menghidupkan dzikir, memperbaiki kualitas shalat, serta membersihkan diri dari penyakit hati seperti iri dan sombong,” tutur salah satu jamaah yang duduk di barisan depan.
Penjelasan mendalam mengenai tiga pilar utama untuk meraih ketenangan hati—konsisten tadabbur Al-Qur’an, memperbanyak istighfar, dan menjaga hubungan harmonis antar-sesama—menjadi refleksi besar bagi para jamaah yang hadir. Mereka memandang petunjuk praktis tersebut sebagai panduan berharga yang bisa langsung diterapkan dalam kehidupan rumah tangga maupun lingkungan kerja sehari-hari.
Bagi jamaah, keberlangsungan program yang nyaman dan terarah ini tidak lepas dari peran aktif berbagai lembaga pendukung yang logonya terpampang di lokasi, seperti Sakinah, Baitul Maal Hidayatullah (BMH), dan Darul Madinah. Di penghujung acara, para jamaah pulang membawa senyuman dan optimisme baru, berharap agar majelis-majelis ilmu yang menyejukkan seperti ini bisa terus istiqomah dilaksanakan demi menjaga ritme spiritualitas warga Kota Madiun.
Reporter: Aminudin

