PASURUAN (hidayatullahjatim.com) – Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti Aula Besar Wilwatikta, Taman Candra Wilwatikta, Pandaan, Pasuruan pada Sabtu (6/6). Ribuan pasang mata menjadi saksi prosesi agung Haflu Takrim XII yang diselenggarakan oleh Ma’had Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah. Acara rutin tahunan ini tidak sekadar menjadi seremonial kelulusan biasa, melainkan sebuah momentum sakral pengukuhan sekaligus Penugasan Kader Santri Tahfiz yang siap diterjunkan untuk mengemban misi dakwah ke berbagai penjuru daerah.
Sejak pukul 06.30 WIB, kekhusyukan telah terbangun melalui rangkaian pra-acara dan kirab wisudawan yang bergerak anggun memasuki ruangan. Lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan secara tilawah kian menambah kekhidmatan, disusul dengan gelora nasionalisme saat seluruh hadirin menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya serta Mars Hidayatullah.

Acara ini dihadiri oleh jajaran tokoh penting dan pemangku kebijakan pesantren. Sesi sambutan dibuka secara berurutan mulai dari Mudir ‘Aam Darul Hijrah, Perwakilan Simpatisan, Baitul Maal Hidayatullah (BMH), Pembina Darul Hijrah, hingga perwakilan dari Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Jawa Timur Ustadz Amun Rowie. Kehadiran para tokoh tersebut menegaskan kuatnya sinergi kelembagaan dalam mendukung keberlanjutan pendidikan berbasis Al-Qur’an di tanah air.
Momentum besar ini juga mendapat sorotan khusus dan apresiasi mendalam dari internal organisasi. Ketua Departemen Sosial DPW Hidayatullah Jawa Timur, Ustadz Imam Muslim, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya atas konsistensi Ma’had Darul Hijrah yang tanpa lelah terus melahirkan penjaga wahyu yang berkualitas tinggi.
“Kami dari Departemen Sosial DPW Hidayatullah Jawa Timur sangat mengapresiasi capaian luar biasa ini. Haflu Takrim XII bukan sekadar kelulusan akademik, tetapi merupakan bukti nyata kontribusi pesantren dalam membangun fondasi moral bangsa. Penugasan kader santri tahfiz ini adalah langkah konkret dakwah sosial, di mana para santri tidak hanya menjaga wahyu secara personal, tetapi juga hadir menjadi solusi, pemersatu, dan pelita di tengah-tengah kehidupan masyarakat luas,” ujar Imam Muslim dalam pernyataan resminya.
Setelah prosesi inti wisuda yang menyentuh hati, acara dilanjutkan dengan pemberian apresiasi kepada santri berprestasi yang berhasil meraih capaian hafalan mutqin dan nilai akademik terbaik. Suasana haru kian memuncak saat perwakilan wali santri naik ke podium untuk menyampaikan kesan dan pesan, mengungkapkan rasa terima kasih yang tak terhingga kepada para asatidz yang telah membimbing putra-putra mereka dengan penuh kesabaran.
Memasuki pengujung acara, Syaikh Imam Mahdi memimpin doa bersama dengan khusyuk, memohon keberkahan dan keteguhan iman bagi para wisudawan agar tetap istikamah menjaga hafalannya di tempat penugasan yang baru. Rangkaian agenda formal ini ditutup tepat pukul 11.30 WIB dengan sesi foto bersama guna mengabadikan momen bersejarah tersebut.
Editor: Aminudin

