Membangun Masjid, Meruntuhkan Gengsi: Cara Hidayatullah Tuban Cetak Kader Tawadhu

Membangun Masjid, Meruntuhkan Gengsi: Cara Hidayatullah Tuban Cetak Kader Tawadhu

TUBAN (hidayatullah.com) – Pemandangan berbeda terlihat di lingkungan Darul Hijrah V Tuban, Senin (16/2). Sejak pukul 07.00 WIB, ratusan santri tidak tampak memegang kitab atau duduk di bangku kelas. Alih-alih menghafal bait-bait nazam, mereka justru berjibaku dengan sekop, ember, dan gunungan pasir.

Mereka tengah melakukan aksi “ngecor” massal untuk pembangunan Masjid Syafa’atul Qur’an.Ppara santri digembleng dalam madrasah fisik yang bertujuan bukan sekadar menyelesaikan bangunan, melainkan meruntuhkan tembok kesombongan atau thogo’ dalam diri.

Bukan Kurang Tukang, Tapi Bina Jiwa

Pengurus DPD Hidayatullah Tuban, Lajianto, menegaskan bahwa keterlibatan santri dalam pekerjaan kasar ini adalah bagian dari kurikulum perkaderan yang terukur. Menurutnya, tubuh yang berkeringat seringkali jauh lebih mudah menerima nasihat dibandingkan kepala yang hanya dipenuhi teori.

“Kegiatan ini bukan karena kami kekurangan tenaga tukang. Ini adalah fase pembinaan ruhiyah. Di sini, identitas sosial runtuh. Yang biasanya memimpin halaqah atau punya hafalan tinggi, hari ini memegang ember dan mengaduk semen. Tidak ada senioritas, semua sama sebagai hamba di hadapan Allah,” ujar Lajianto.

Lajianto menambahkan, melalui kerja fisik ini, santri diajarkan untuk menghargai peran orang lain dan melatih keikhlasan tanpa panggung. “Kami ingin membangun manusianya sebelum membangun bangunannya. Yang sedang dicor bukan hanya lantai masjid, tapi juga ego dalam diri mereka,” imbuhnya.

Apresiasi DPW Jawa Timur

Aksi perkaderan ala santri Tuban ini mendapat sorotan positif dari pengurus wilayah. Ketua Departemen Perkaderan DPW Hidayatullah Jawa Timur, Abdullah Ridho A, memberikan apresiasi tinggi terhadap model perkaderan berbasis khidmah (pengabdian) tersebut.

Menurut Ridho, metode ini adalah cara klasik namun tetap paling efektif dalam membentuk karakter santri yang tangguh dan rendah hati.

“Apa yang dilakukan DPD Tuban adalah pendidikan tauhid yang nyata. Ilmu tanpa khidmah hanya akan melahirkan kesombongan. Dakwah itu tidak melulu soal lisan, tapi juga soal keringat,” ungkap Abdullah Ridho.

Ia berharap, lewat kegiatan ini, lahir kader-kader yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan tidak mudah merasa paling berjasa.

Reporter: Lajianto

Editor: Aminudin

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *