Hidayatullahjatim.com – MTs-MA Integral Luqman Al Hakim Bojonegoro secara resmi menggelar seminar dan workshop pendidikan berfokus pada pemanfaatan teknologi digital serta kecerdasan artifisial (AI) guna memperkuat metode pembelajaran berbasis karakter di aula madrasah, Bojonegoro, Jawa Timur. Langkah strategis ini diambil sebagai respons atas kebutuhan mendesak modernisasi kurikulum pendidikan Islam yang adaptif terhadap perkembangan teknologi tanpa mereduksi nilai-nilai keislaman dan moralitas para santri.
Pakar pendidikan nasional, Aning Wulandari, M.Pd., selaku pemateri utama menegaskan pentingnya keseimbangan antara integrasi teknologi tingkat tinggi (high-tech) dengan pendekatan empati serta kasih sayang (high-touch). Menurutnya, penerapan AI dan platform digital di lingkungan madrasah harus diposisikan sebagai instrumentasi efektivitas, bukan menggantikan substansi interaksi edukatif antara pendidik dan murid.
“Kecerdasan artifisial dan platform digital adalah alat pemacu efektivitas. Namun, ruh dari pendidikan tetaplah interaksi penuh kasih sayang antara guru dan santri. Pembelajaran mendalam berbasis cinta memastikan bahwa teknologi tidak menggerus nilai-nilai karakter, melainkan memperkuat proses pembentukan insan kamil,” kata Aning Wulandari saat menyampaikan pemaparannya di Aula MTs-MA Integral Luqman Al Hakim Bojonegoro, Jawa Timur.
Melalui agenda pelatihan tersebut, para pendidik diarahkan untuk menguasai alat pemprosesan data berbasis AI serta aplikasi interaktif digital guna menyusun bahan ajar yang terpersonalisasi, inovatif, dan relevan bagi karakteristik Generasi Z. Penggunaan instrumen berbasis AI ini dirancang untuk menciptakan ekosistem belajar yang komprehensif, mengintegrasikan kecerdasan intelektual dengan pematangan emosional peserta didik.
Dukungan dan Apresiasi DPW Hidayatullah Jawa Timur
Inisiatif pengembangan kapasitas digital ini turut mendapat sorotan dan apresiasi resmi dari Ketua DPW Hidayatullah Jawa Timur, Ustadz Amun Rowie. Pihaknya menilai langkah MTs-MA Integral Luqman Al Hakim Bojonegoro sebagai wujud nyata kesiapan lembaga pendidikan Islam dalam mengadaptasi arus modernisasi secara mandiri dan terukur.
Ustadz Amun Rowie menegaskan bahwa perpaduan antara teknologi mutakhir dan prinsip dasar pembelajaran berbasis kasih sayang merupakan resep ideal dalam mencetak generasi penerus yang berdaya saing secara sains-teknologi sekaligus teguh dalam nilai keimanan.
“Kami sangat mengapresiasi dan mendukung penuh langkah maju yang diambil MTs-MA Integral Luqman Al Hakim Bojonegoro. Pembelajaran berbasis cinta yang dipadukan dengan kecerdasan artifisial adalah formulasi tepat untuk melahirkan generasi penerus yang unggul secara sains-teknologi sekaligus kokoh iman dan akhlaknya. Ini adalah standar baru bagi madrasah masa depan,” ujar Ustadz Amun Rowie di Bojonegoro, Jawa Timur.
Melalui penyelenggaraan workshop dan seminar ini, MTs-MA Integral Luqman Al Hakim Bojonegoro mengukuhkan posisinya sebagai lembaga pendidikan Islam unggulan yang responsif terhadap transformasi digital global tanpa mengesampingkan koridor etika dan nilai-nilai keislaman.
Editor: Aminudin
