LAMONGAN (hidayatullahjatim.com) — Keberhasilan sebuah proyek dan cita-cita besar tidak pernah hadir secara instan. Semua berawal dari konsistensi pada langkah-langkah kecil yang dilakukan secara terus-menerus (istiqomah) dan didorong oleh energi positif yang membara.
Pesan penguat tersebut disampaikan oleh Ustadz Abdullah Basyir saat mendampingi Pengurus dan santri Hidayatullah Lamongan. Rangkaian kegiatan spiritual dan sosial ini diawali dengan ibadah qiyamullail (shalat malam), shalat subuh berjamaah, dan dilanjutkan dengan aksi kerja bakti membersihkan lingkungan sekitar.
“Proyek besar dimulai dari langkah kecil yang istiqomah dan penuh semangat,” ujar Ustadz Abdullah Basyir mengapresiasi kebersamaan para jamaah.

Suasana Kerja Bakti: Akrab, Penuh Keringat Kebaikan
Usai menunaikan ibadah shalat subuh berjamaah dan mendengarkan taujih singkat, para jamaah langsung bersiap untuk agenda kerja bakti. Tanpa sekat dan canggung, para pengurus hingga santri bahu-membahu menyingsingkan lengan baju untuk memulai kerja bakti di lingkungan sekitar.
Dengan membawa cangkul, sapu, dan perlengkapan kebersihan lainnya, peserta membagi tugas dengan cekatan. Ada yang merapikan area halaman, membersihkan saluran air, hingga menyapu jalanan. Gelak tawa dan perbincangan hangat menyelimuti aktivitas tersebut, mencairkan lelah di tengah terbitnya fajar.

Kehadiran Ustadz Abdullah Basyir yang turut berbaur langsung di tengah jemaah menambah motivasi peserta. Kerja bakti ini bukan sekadar aktivitas fisik membuang sampah atau merapikan tempat, melainkan panggung nyata di mana nilai kebersamaan, kerendahan hati, dan kepedulian lingkungan dipraktikkan secara langsung.
Sinergi Spiritual dan Aksi Nyata
Dalam arahannya, Ustadz Abdullah Basyir menekankan tiga pilar utama yang menjadi pondasi gerakan kebaikan:
-
Pentingnya Istiqomah dan Semangat: Konsistensi (istiqomah) adalah bahan bakar utama dalam menyelesaikan pekerjaan besar. Tanpa sikap pantang menyerah dan semangat yang terjaga, gagasan hebat akan berhenti di tengah jalan.
-
Kekuatan Qiyamullail: Shalat malam bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan sarana penguat jiwa. Qiyamullail melatih ketenangan batin, kedekatan dengan Sang Pencipta, serta memberikan daya tahan mental dalam menghadapi tantangan proyek dan kehidupannya.
-
Makna Kerja Bakti: Gotong royong dan kerja bakti usai ibadah merupakan wujud nyata dari keimanan. Aksi ini mengajarkan kerendahan hati, kepedulian lingkungan, serta mempererat tali silaturahmi antaranggata masyarakat.
Melalui perpaduan antara kekuatan spiritual di sepertiga malam dan aksi nyata gotong royong di pagi hari, Hidayatullah Lamongan membuktikan bahwa perubahan besar senantiasa dimulai dari pembiasaan diri di masjid. Masyarakat diajak untuk terus menghidupkan semangat kebersamaan ini dalam setiap langkah pembangunan umat.
